16 May 2021, 22:37

Program Desa Digital Pemalang, Bupati Agung: Kalau Tidak Didorong Mau Jalan Bagaimana

daulat.co – Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo, mengatakan jika Pemerintah Kabupaten Pemalang akan tetap mendorong perwujudan Desa Digital (Dedi) yang menjadi salah satu program andalan pemerintahannya sebagaimana dijanjikan dalam masa kampanye lalu.

Kesuksesan pelaksanaan Program Dedi ini diakuinya sangat bergantung pada masing-masing Pemerintah Desa yang ada di Kabupaten Pemalang. Pemkab akan terus mengawal dan mendorong Pemdes mewujudkan program dimaksud.

“Kami sifatnya hanya mendorong, kalau tidak didorong mau jalan bagaimana,” terang Agung usai rapat Koordinasi bersama Kepala Desa se-Kabupaten Pemalang di Pendopo Pemalang, Jumat, 9 April 2021.

Sejauh ini, Pemkab Pemalang belum menentukan secara teknis pelaksanaan Program Dedi. Meski belakangan banyak bermunculan penawaran Program Dedi yang diajukan beberapa CV/Perusahaan ke Pemdes.

Di media sosial, pelaksanaan Program Dedi ini mendapatkan sorotan dari pegiat medsos. Utamanya menyangkut besaran anggaran masing-masing desa untuk mensukseskan Program Dedi. Dari penawaran itu, sebagaimana diposting pegiat medsos di platform Facebook, besaran anggaran program ini masing-masing desa berkisar antara Rp160 hingga Rp165 juta.

Bupati Agung menegaskan, Pemkab Pemalang meminta Pemdes terus berkoordinasi terkait pelaksanaan Program Dedi. Ditekankan pula bahwa Pemkab Pemalang sejauh ini tidak menentukan besaran anggaran Program Dedi bagi masing-masing desa.

“Apa yang bisa dibicarakan, silahkan bicarakan. Sekali lagi, kami tekankan bahwa kita belum mematok anggaran kepada semua desa,” jelas Agung.

Di sisi lain, dalam Rapat Koordinasi Kepala Desa Se-Kabupaten Pemalang kemarin, Pemkab Pemalang memperkenalkan teknologi berbasis aplikasi Smart Desa untuk mendukung Program Desa Digital (Dedi) kepada seluruh kepala desa.

Smart Desa memperkenalkan aplikasi khusus untuk Pemalang dengan nama ‘smart Ikhlas 247’. Aplikasi ini diklaim salah satu aplikasi pelayanan yang terintegrasi, mulai dari pelayanan administrasi desa bagi warga sampai bisa digunakan untuk akses transaksi secara digital warga desa.

(Rizqon Arifiyandi)

Read Previous

Geledah Kantor Perusahaan Milik Haji Isam, KPK Duga Bukti Kasus Pajak Sengaja Dihilangkan

Read Next

Pedas! Kades Ini Sebut Program Dewi & KOIN Hanya Omong Kosong, Jika Jalan Tidak Diperbaiki