15 June 2024, 08:19

Praktik Pencurian Ikan di Natuna Harus Dievaluasi Secara Berkala

daulat.co – Pemerintah RI harus bertindak tegas untuk mendesak kapal kapal Republik Rakyat Tiongkok meninggalkan Laut Natuna Utara dengan mengedepankan diplomasi damai. Sebab wilayah perairan Natuna merupakan kedaulatan wilayah Republik Indonesia yang wajib dipertahankan.

Hal ini sesuai penetapan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Natuna berdasarkan perjanjian internasional (UNCLOS tahun 1982). Karena itu, tidak ada alasan bagi Indonesia untuk membiarkan wilayahnya diklaim negara lain.

“Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok harus menghormati hukum internasional seperti tertuang dalam UNCLOS 1982 dimana Republik Rakyat Tiongkok adalah salah satu anggotanya,” tegas Ketua DPR RI, Puan Maharani, dalam keterangannya kemarin.

Menurutnya, seluruh kementerian dan lembaga harus satu suara mendukung sikap tegas Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengutamakan upaya diplomasi dengan Republik Rakyat Tiongkok dan tetap bersikap tegas dalam menjaga kehormatan dan eksistensi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Untuk mencegah pihak asing memasuki wilayah perairan RI tanpa ijin, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), TNI Angkatan Udara (AU), dan Polair harus meningkatkan patroli di wilayah laut Indonesia, terutama di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) seperti di perairan Natuna, dengan cara memperkuat coast guard (penjaga pantai),” kata Puan.

Pemerintah juga harus menambah armada kapal yang dikhususkan untuk melakukan patroli di kawasan ZEE, sehingga kedaulatan wilayah Indonesia dapat selalu terjaga dan dapat mendampingi kapal-kapal nelayan milik Indonesia, terutama di Natuna.

Ketua DPR juga menyoroti praktik pencurian ikan, pemerintah harus melakukan evaluasi secara berkala terhadap kebijakan dan sanksi yang terkait dengan Illegal Unreported Unregulated Fishing (IUUF).

Utamanya terhadap sanksi bagi pelaku IUUF di perairan Indonesia secara tegas, guna memberikan efek jera terhadap pihak-pihak yang melakukan illegal fishing di perairan Indonesia dan mencegah terjadinya illegal fishing di wilayah perairan Indonesia.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Soal Klaim China di Natuna, PBNU Ingatkan Pemerintah Tidak Lembek

Read Next

PD IPM Kota Tegal Gelar Musyawarah Daerah Ke-XVI