26 May 2024, 02:31

Politisi Gerindra Acungi Jempol, Kebijakan Investasi 2020 Tidak Jawa Sentris

Peta Indonesia

Peta Indonesia

daulat.co – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Hendrik Lewerissa mengapresiasi langkah pemerintah dalam merealisasikan pemerataan pembangunan tahun ini. Dimana kebijakan investasi di luar Pulau Jawa tercatat lebih besar dibandingkan di Pulau Jawa sepanjang tahun 2020.

Dalam Rapat Kerja dengan Menteri Perdagangan dan Kepala BKPM, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu 3 Februari 2021, ia menyatakan jika realisasi kebijakan itu baru terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Dengan kata lain realisasi investasi di tahun 2020 tidak lagi bersifat Jawa sentris.

“Terkait realisasi investasi Jawa dan luar Jawa ini good news bagi saya. Sebagai wakil rakyat dari luar Jawa, bertahun-tahun realisasi investasi itu Jawa sentris sekali. Dan di era Bapak Bahlil Kepala BKPM ini, ada switch, dari Jawa ke Luar Jawa, meskipun selisihnya masih minimalis sekali. Ini good news,” kata dia.

Dari Laporan BKPM RI, realisasi investasi selama tahun 2020 didominasi oleh penanaman modal di luar Jawa dengan total Rp 417,5 triliun atau sebesar 50,5 persen, naik sebesar 11,3 persen secara year on year (yoy). Investasi di Pulau Jawa tercatat sebesar Rp 408,8 triliun atau sebesar 49,5 persen, turun 5,9 persen secara year on year (yoy).

Karena itu, Hendrik meminta investasi di Luar Pulau Jawa ini perlu terus ditingkatkan, terutama di wilayah Provinsi Maluku. Sebab sejauh ini ia belum melihat realisasi kebijakan investasi di daerah tersebut di tahun 2020 dan tahun 2021.

“Bad news-nya, sebagai wakil dari Maluku, (saya) tidak melihat ada realisasi investasi di Maluku di 2020 dan 2021,” kata dia.

Berdasarkan paparan BKPM untuk penanaman modal asing, di posisi teratas terdapat Singapura dengan realisasi investasi paling besar yang mencapai 9,8 miliar dolar AS diikuti Cina dengan investasi sebesar 4,8 miliar dolar AS, Hong Kong 3,5 miliar dolar AS, Jepang 2,6 miliar dolar AS, dan Korea Selatan 1,8 miliar dolar AS.

Sementara untuk target realisasi investasi pada 2021 Presiden Joko Widodo menetapkan sebesar Rp 900 triliun, atau lebih besar dari target Bappenas senilai Rp 856 triliun.

(Sumitro)

Read Previous

Jika Benar Bupati Sabu Raijua Terpilih Adalah WNA, Pelantikannya Batal Demi Hukum

Read Next

Awas Tergelincir, Jabatan Bukan Untuk Disombongkan