1 December 2021, 11:07

Pledoi Edhy Prabowo Ungkap Prestasi Saat jadi Menteri Kelautan dan Perikanan

Edhy Prabowo

Edhy Prabowo

daulat.co – Edhy Prabowo mengumbar sejumlah capaian saat memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan. Capaian dibeberkan dalam nota pembelaan atau pledoi yang dibacakan Edhy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (9/7/2021).

Salah satu terobosan terkait perizinan usaha. Dimana saat Edhy menjadi menteri, KKP meluncurkan aplikasi SILAT atau Sistem Informasi Izin Layanan Cepat.

“Akhir Desember 2019, kami melakukan penyederhanaan perizinan usaha di pusat dan daerah, dengan meluncurkan aplikasi SILAT atau Sistem Informasi Izin Layanan Cepat. Sebuah terobosan dan inovasi yang berhasil menuntaskan persoalan lamanya perizinan. Sehingga izin perikanan tangkap yang semula selama 14 (empat belas) hari dapat selesai dalam waktu 1 (satu) jam secara online,” kata Edhy.

Selama menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, kata Edhy, Program SILAT telah menerbitkan 1.824 SIUP, 4.179 SIPI dan 303 SIKPI. Menurut Edhy, kebijakan SILAT ini mendapat apresiasi dari para pelaku usaha perikanan, terlebih menjadi solusi di era pandemic Covid-19.

“Pengakuan itu pernah disampaikan secara terbuka kepada publik oleh salah satu pelaku usaha perikanan tangkap, Siswo Purnomo,” terang Edhy.

Selama dirinya menahkodai KKP, pihaknya berhasil mendongkrak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor Perikanan Tangkap dan Perikanan Budidaya. Kemudian, sambung Edhy, nilai ekspor hasil perikanan berhasil ditingkatkan saat dirinya menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Nilai ekspor hasil perikanan dari Januari hingga Agustus 2020 mencapai USD 3.280.000.000 atau meningkat 7,03% dibanding periode yang sama pada tahun 2019,” terang dia.

Selain membangun komunikasi dengan nelayan, kata Edhy, dirinya saat memimpin juga terus mendorong peningkatan perikanan budidaya.

Tak hanya itu, kata Edhy, saat dirinya memimpin, jajaran KKP diperintahkan untuk melakukan pengembangan kawasan cluster usaha budidaya ikan yang berkelanjutan, di antaranya berfokus pada penyusunan data kawasan tambak nasional dengan membuat peta kawasan tambak di 5 kabupaten terpilih.

“KKP di era saya menjabat juga memberi kemudahan akses permodalan melalui peran BLU-LPMUKP dengan realisasi penyaluran BLU dan KUR, guna mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha perikanan,” ditambahkan Edhy.

Untuk kasusnya sendiri, Edhy membantah mengetahui adanya suap dalam pengajuan izin ekspor benur. Edhy juga membantah dirinya adalah pemilik PT Aero Citra Kargo, perusahaan yang memonopoli pengiriman benih dari Indonesia ke luar negeri.

“Tuduhan bahwa saya terlibat mengatur dan turut menerima aliran dana adalah sesuatu yang amat dipaksakan dan keliru,” ucap Edhy.

Atas perkara yang merundungnya, Edhy juga menghaturkan permohonan maaf. Maaf disampaikan Edhy kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, seluruh pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan, ibundanya, hingga keluarga besarnya.

“Dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya dan keluarga besar masyarakat kelautan dan perikanan,” tandas Edhy.

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya menuntut Edhy Prabowo dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 tahun kurungan.

Selain pidana, jaksa KPK menuntut Edhy membayar uang pengganti sebanyak Rp 9,6 miliar dan 77 ribu dolar AS. Jaksa juga menuntut majelis hakim agar mencabut hak dipilih Edhy dalam jabatan publik selama 4 tahun sejak yang bersangkutan selesai menjalani masa pidana pokok. 

Jaksa menilai Edhy terbukti menerima sejumlah uang terkait dengan percepatan proses persetujuan pemberian izin budi daya lobster dan izin ekspor Benih Bening Lobster (BBL) kepada para eksportir.

Penerimaan uang dari sejumlah pihak itu melalui sejumlah orang. Jaksa meyakini perbuatan Edhy terbukti melanggar Pasal 12 huruf a UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Jam Malam Pemalang Dimanfaatkan Pencuri Bobol Warung di Kawasan Wisata Widuri

Read Next

Pray From Home, Jokowi: Semoga Pandemi Segera Berakhir