20 May 2024, 22:32

Pinangki Sebut Andi Irfan Punya Jaringan, Hakim Singgung Partai NasDem

Pengadilan Tipikor Jakarta

Pengadilan Tipikor Jakarta

daulat.co – Mantan Kasubag Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejagung, Pinangki Sirna Malasari menyebut mantan politikus Partai Nasdem Andi Irfan Jaya memiliki jaringan yang dapat membantu terpidana perkara korupsi pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra terkait pengurusan permintaan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejagung.

Karena itu, Pinangki mengajak Andi Irfan untuk Joko Tjandra di Malaysia. Hal itu dinyatakan Pinangki saat pemeriksaan terdakwa, Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/1/2021). Pinangki menyatakan demikian setelah sebelumnya disinggung Ketua Majelis Hakim, IG Eko Purwanto.

Diketahui, Pinangki menghubungi Andi Irfan Jaya pada 22 November 2019, untuk menemui Joko Tjandra di Malaysia pada 25 November 2019. Selain keduanya, advokat Anita Kolopaking juga turut serta ke Malaysia. Ketiganya bertemu Joko Tjandra di kantornya, di The Exchange 106 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam pertemuan itu, Pinangki memperkenalkan Andi Irfan sebagai sebagai konsultan yang akan meredam pemberitaan di media massa apabila Djoko kembali ke Indonesia. Ketiganya kemudian menjelaskan dan menyerahkan “action plan” kepada Joko Tjandra untuk mengurus permintaan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejagung.

Dalam persidangan, Hakim Eko mencecar Pinangki mengenai alasannya mengajak Andi Irfan bertemu Joko Tjandra di Malaysia.

“Mohon izin yang mulia, jadi antara tanggal 20 sampai dengan 25 (November 2019) saya menceritakan kepada irfan bahwa ada Joko Tjandra dan Anita (Anita Kolopaking). Kemudian Irfan bilang, bahwa dia bisa bantu (Joko Tjandra) dengan jaringan dia,” ucap Pinangki menjawab pertanyaan Hakim Eko Purwanto.

Merespon jawaban Pinangki, Hakim Eko kemudian mencecar mengenai jaringan yang dimiliki Andi Irfan. Pinangki mengklaim dirinya tak mengetahui jaringan yang disebut Andi Irfan.

“Saya kurang paham Yang Mulia. Siapanya atau bagaimana saya kurang paham. Tapi dia mengatakan iya bisa gitu saja,” kata Pinangki.

Hakim Eko mengaku memahami alasan Pinangki mengajak Anita yang berlatar advokat lantaran akan menjadi kuasa hukum Joko Tjandra. Namun, Hakim Eko ragu Pinangki tak mengetahui latar belakang atau jaringan yang dimiliki Andi Irfan. Terlebih, Pinangki telah lama mengenal Andi Irfan.

Pinangki selain itu juga membantah keterangan Joko Tjandra yang menyebut kehadiran Andi Irfan lantaran tak ingin berurusan dengan pegawai negeri. Namun, menjawab hal ini, Pinangki hanya menyebut Andi Irfan memiliki teman yang banyak.

“Temannya banyak, teman dimana. Dalam bidang apa?,” tanya Hakim Eko.

“Secara spesifik tidak tapi saya serahkan kembali ke pak Joko Yang Mulia. Jadi supaya pak Joko yang background check saja Yang Mulia,” jawab Pinangki.

Jawaban Pinangki dinilai Hakim Eko tak masuk akal. Hakim Eko meyakini Pinangki mengajak Andi Irfan bertemu Joko Tjandra lantaran mengetahui kapasitasnya, termasuk dalam membantu kesulitan Joko Tjandra.

“Intinya bahwa jaringan Irfan adalah jaringan terkait dengan urusan kasus Joko Tjandra?,” tanya Hakim Eko.

“Iya Yang Mulia,” jawab Pinangki.

Kemudian Hakim Eko mencecar jaringan yang dimaksud Andi Irfan dalam lingkup Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung atau DPR. Hakim Eko pun menyinggung latar belakang Andi Irfan yang merupakan mantan politikus Partai Nasdem. 

“Apakah karena Irfan punya latar belakang politisi Nasdem?,” cecar Hakim Eko.

Namun, Pinangki terus mengklaim tak memahami jaringan yang dimaksud. Pinangki mengaku hanya menyampaikan pesan Andi Irfan kepada Joko Tjandra mengenai akses dan jaringan yang dimilikinya tanpa menjelaskan lebih rinci.

“Ya bahasanya waktu itu dia (Andi Irfan) hanya mengatakan bisa (bantu) dengan akses saya dan jaringan saya. Saya sampaikan ke pak Joko dan pak Joko waktu itu belum mengiyakan kemudian sehari setelahnya dia mengatakan oke bawa saja kesini,” tutur Pinangki.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Azis Syamsuddin Dorong Kemendes Evaluasi Penyaluran Dana Desa Secara Komprehensif

Read Next

KPK Amankan Dokumen Perizinan Tempat Wisata Batu Malang