21 May 2024, 23:39

Pimpin FKSN, Andi Rustono Siap Bersinergi Dengan Pemerintah

Padepokan Lintang Kemukus

Padepokan Lintang Kemukus

daulat.co – Pelaku seni dan budaya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Seniman Nusantara (FKSN) mengadakan Meeting Kesenian Nusantara di Padepokan Lintang Kemukus, Paduraksa Pemalang, Sabtu, 27 Maret 2021.

Meeting  dihadiri oleh beberapa peserta dari Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Provinsi DI Yogyakarta (DIY) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dalam meeting tersebut, disepakati bersama oleh seluruh peserta dengan memilih dan mempercayakan Andi Rustono sebagai Koordinator Tingkat Nasional Forum Komunikasi Seniman Nusantara (FKSN).

Usai acara, Andi Rustono mengungkapkan, dalam waktu dekat FKSN akan melakukan konsolidasi di seluruh wilayah di Indonesia. Baik ditingkat kabupaten, kota maupun tingkat propinsi.

“Kami sampaikan terimakasih kepada rekan-rekan seniman yang hadir dalam meeting nusantara hari ini, untuk langkah selanjutnya kami akan konsolidasi ke setiap Kabupaten, Kota dan Provinsi untuk di Bentuk Forum Komunikasi Seniman Nusantara,” katanya.

Kata Andi, FKSN merupakan partner pemerintah dan karenanya siap mendukung dan bersinergi dengan program-program pemerintah. Ditekankan pula bahwa pemerintah perlu memahami dan mengerti soal kondisi para seniman di masa Pandemi Covid-19

Untuk itu, FKSN siap melakukan aksi-aksi nasional demi memperjuangkan kegiatan seni dan budaya di Indonesia. “Kami bersepakat untuk mengadakan aksi-aksi tingkat nasional untuk kepentingan pelaku seniman di Indonesia,” ucap Andi.

Aksi yang dimaksud Andi adalah melakukan audiensi kepada Pemerintah dan stake holder untuk mencari solusi bagi pelaku seni, terutama dimasa pandemi covid-19. Meeting Seniman Nusantara sendiri mengangkat tema “Bertahan Hidup di Masa Pandemi”.

(Rizqon Arifiyandi)

Read Previous

KPK Pegang Data, Dugaan Rekomendasi Effendi Gazali Kepada Salah Satu Vendor Bansos Covid-19

Read Next

Kutuk Pengeboman di Gereja Katedral Makassar, Menag Duga Pelaku Digerakkan Jaringan