19 June 2024, 16:45

Pilkada Tanpa Kerumunan, Arak-Arakan, dan Konvoi

daulat.co – KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara pemilu harus membuat aturan tegas terhadap larangan kerumunan, arak-arakan, dan konvoi dalam Pilkada Serentak 2020.

“Tegas-tegas saja Pak, nanti diatur tidak ada arak-arakan, tidak ada konvoi,” ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat Rakor Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 dan Pengarahan Gugus Tugas Covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Aston Pontianak, Minggu (19/07/2020).

Tito menjelaskan, rapat umum pada masa pilkada maksimal 50 orang. Namun tak boleh ada arak-arakan, karena bisa jadi yang di ruangan hanya 50, tapi yang di luar ternyata ada arak-arakan untuk mengantar paslon mendaftar.

Tito juga meminta Bawaslu sebagai wasit dan menegakkan Peraturan KPU dalam pesta demokrasi, untuk tak segan-segan memberikan sanksi yang tegas hingga diskualifikasi terhadap pelanggaran atas kesalahan yang berulang terkait pelarangan tersebut.

“Oleh karena itu, yang tegas-tegas saja, tidak ada arak-arakan, konvoi-konvoian, sehingga Bawaslu bisa nyemprit (memberikan sanksi), kalau sampai terjadi berkali-kali kesalahan yang sama, diskulifiikasi kalau diperlukan, dan kita juga bisa memberikan sanksi sosial, media juga bisa memberikan sanksi sosial,” tegasnya.

Mantan Kapolri ini menambahkan, pasangan calon menjadi role model dalam penerapan protokol kesehatan yang telah diatur dalam Pilkada.

“Ini gimana mau jadi pemimpin, ngurus Timses, pendukung yang jumlahnya 200-300an saja tidak bisa diatur, gimana jadi pemimpin yang bisa ngatasin Covid, yang jumlah masyarakatnya ratusan, puluhan ribu bahkan jutaan rakyatnya,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Mendagri berharap status pandemi menjadi perhatian bagi semua pihak terutama bagi kontestan yang berlaga dalam ajang pesta demokrasi di 270 daerah tersebut.

Pasalnya, menurut Mendagri, prinsip utama pandemi adalah bagaimana agar masyarakat tidak saling tertular, maka pembatasan kerumunan, konvoi, dan arak-arakan menjadi sangat penting untuk diatensi bersama. (M Sahlan)

Read Previous

Bagai Air dan Minyak, Akar Rumput PDIP dengan Demokrat dan PKS Sulit Menyatu

Read Next

Tolak RUU HIP, Waketum MUI: Hidup Mulia atau Mati Syahid