16 June 2024, 09:44

Pilkada Pemalang, PKB: PCNU Merestui Pencalonan Iskandar – Awe

Pasangan bakal cabup dan wabup, Iskandar Ali Syahbana – Ahmad Agus Wardana (Foto: sumitro/daulat.co)

daulat.co – Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang, Iskandar Ali Syahbana dan Agus Wardana, melakukan ziarah ke Makam Syekh Maulana Murtadlo di Komplek Kantor Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Pemalang di Jalan Pemuda No 45, Mulyoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, Kamis 10 September 2020.

Balon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang yang diusung koalisi PKB dan PKS itu sebelumnya ‘kulonuwun’ kepada Ketua Rois Syuriah Kyai Mustofa dan Ketua Tanfidziyah Kyai Muhlasin. Dalam kesempatan itu, tampak hadir segerap pengurus PCNU lain.

Politisi PKB Turah Rahardjo yang turut mendampingi balon Iskandar – Awe menyatakan, kedatangan calon yang diusung PKB dan PKS ke PCNU Pemalang dilakukan dalam rangka memohon restu kepada Ketua Rois Syuriah Kyai Mustofa dan Ketua Tanfidziyah Kyai Muhlasin.

“Alhamdulillah, PCNU merestui paslon Iskandar – Awe sebagai calon bupati dan wakil bupati yang diusung PKB dan PKS,” kata Turah kepada daulat.co.

Balon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang Iskandar Ali Syahbana dan Akhmad Agus Wardana mencium tangan (sungkeman) ke Ketua Rois Syuriah Kyai Mustofa dan Ketua Tanfidziyah Kyai Muhlasin di Kantor PCNU Pemalang, Jl Pemuda No 45, Mulyoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, Kamis 10 September 2020.

“Ya beliau selaku PCNU merestui, lebih-lebih beliaunya di samping sebagai tanfidziyah juga ada sisi lain yang wajib untuk memenangkan pasangan Iskandar – Awe, karena beliau alumni santri Tegalrejo Magelang,” sambungnya.

Sementara itu dalam takziahnya ke Makam Syekh Maulana Murtadlo, Iskandar – Awe membaca yasin dan tahlil bersama pimpinan PCNU Pemalang. Keduanya tampak khusu’ bersama tim sukses dan relawan pendukungnya.

Politisi PKS Pemalang M Akmal sebelumnya mengakui jika partainya mendapatkan ‘serangan’ mengenai yasin dan tahlil usai partainya berkoalisi dengan PKB. Namun, ia menyayangkan hal tersebut. Semestinya, Pilkada Pemalang dijadikan adu visi-misi, konsep dan gagasan, bukan adu narasi yang tidak substansial.

“Lah, memangnya Muhammadiyah melarang tahlil? Kan enggak, bagaimana mungkin mengucapkan kalimat tahlil, laa ilaaha illallah dilarang,” tegas Akmal kepada daulat.co baru-baru ini di Kompleks Gedung DPRD Pemalang.

“Pertanyaan itu kan salah, itu kan berandai-andai. Sejarah ormas kita kan NU dan Muhammadiyah, nah di PKS itu bukan hanya diisi kader-kader Muhammadiyah. Di PKS juga banyak kader NU,” sambungnya.

Akmal menyebutkan jika dirinya pada Minggu ini juga melaksanakan acara ‘Mendak’ orang tuanya. Kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka memperingati kepergian orang tuanya menghadap Illahi. Justru kegiatan yang dihelatnya ini, langsung atau tidak langsung membuktikan jika dirinya tidak melarang kegiatan yasin dan tahlil.

“Serangan yasin – tahlil itu sangat jelas, narasinya tidak substansial, bikin Pemalang tidak maju. Kalau mau, ayo adu gagasan, adu visi perekonomian, adu visi kesejahteraan masing-masing calon ke depan,” ucap Akmal.

Menurutnya, Pilkada Pemalang Tahun 2020 adalah momentum bagus bagi partai politik, organisasi masyarakat dan semua pihak yang tinggal dan berkepentingan di Pemalang. Yakni dengan melihat lebih dalam, apa sih yang sebenarnya dibutuhkan dan diresahkan masyarakat selama ini.

” Pencalonan itu momen, apa sih yang diresahkan masyarakat, apa sih yang dibutuhkan masyarakat. Kita sama-sama tahu ada Glagah di Watukumpul, tapi diklaim tetangga sebelah. Kalau dia orang Pemalang tapi tidak mencintai Pemalang ya percuma,” pungkas Akmal.

(Sumitro)

Read Previous

Pagu Anggaran ANRI, LAN dan ORI 2021 Disetujui Komisi II

Read Next

Komisi IX Apresiasi Keputusan PSBB Total DKI Jakarta