24 June 2024, 05:22

PGRI Pemalang Akui Pungut Sumbangan Untuk Pembelian APD, Tapi…

Ketua PGRI Kecamatan Pemalang Sustafip Priardi didampingi Sekretaris Sodikin dan Bendahara Hartini (Foto: Sumitro/daulat.co)

Ketua PGRI Kecamatan Pemalang Sustafip Priardi didampingi Sekretaris Sodikin dan Bendahara Hartini (Foto: Sumitro/daulat.co)

daulat.co – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Pemalang mengakui telah menerbitkan surat kepada guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) terkait ‘Sumbangan Peduli Bencana Covid-19’.

“PGRI mengeluarkan surat untuk itu, tapi tidak ada paksaan, sumbangan tapi sifatnya sukarela,” terang Ketua PGRI Kecamatan Pemalang, Sustafip Priardi, Senin 27 April 2020.

Sustafip yang didampingi Sekretaris Sodikin dan Bendahara Hartini menyatakan, sumbangan bagi PNS di Kecamatan Pemalang tidak ada paksaan. Bagi PNS yang keberatan atau tidak memberikan sumbangan untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD) yang akan disalurkan ke tenaga medis juga tidak akan ditegur/diingatkan.

“Guru yang tidak memberikan sumbangan juga tidak apa-apa, semua terdata dan akan kami kumpulkan dan sampaikan ke Kabupaten,” jelas Hartini.

Diketahui, dalam surat tertanggal 15 April 2020 dinyatakan bahwa sumbangan diarahkan untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD) yang nantinya diperuntukkan bagi tenaga medis yang tengah berjibaku mencegah dan menanggulangi virus Corona di Kabupaten Pemalang.

Surat bernomor 147/PGRICAB/XXII/2020 yang ditandatangani Ketua PGRI Cabang Pemalang Sustafip Priardi dan Sekretaris Sodikin berisi empat poin. Pertama, menghimpun sumbangan dari anggota PGRI yang berstatus PNS.

“Sumbangan tiap PNS berupa uang untuk  pembelian minimal 1 set APD seharga Rp 95.000.00 (Sembilan Puluh Lima Ribu Rupiah),” demikian bunyi poin kedua surat dimaksud.

Pada poin ketiga, disebutkan jika sumbangan yang terkumpul disetorkan ke PGRI Cabang Pemalang melalui Bendahara Cabang paling lambat pada tanggal 19 April 2020.

Terakhir, bantuan yang dikumpulkan PGRI Cabang Pemalang selanjutnya disebutkan akan disetorkan ke Tim Solidaritas Peduli Bencana Covid-19 paling lambat pada tanggal 20 April 2020.

(Sumitro)

Read Previous

Tambah Satu Dari Puskesmas Petarukan, Nakes Positif Corona di Pemalang Jadi 9 Orang

Read Next

Soal Krisis APD, DKK Pemalang Sebut Sudah Maksimal Layani Pasien Corona