24 June 2024, 18:25

Peserta SKB CPNS Kemenag Diminta Pantau Jadwal

daulat.co – Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama (Kemenag) Saefuddin menjelaskan bahwa setelah mengikuti proses verifikasi domisili yang berlangsung selama tiga hari, sejak 7 hingga 9 September lalu, peserta seleksi CPNS Kemenag saat ini tengah menanti pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)  yang rencananya akan digelar mulai 14 September 2020. 

Menurutnya, jelang hari-H, Panitia Seleksi CPNS Kemenag mengimbau peserta untuk terus memantau jadwal dan waktu pelaksanaan SKB secara berkala melalui website maupun akun media sosial resmi Kemenag serta mematuhi protokol kesehatan. Ini penting dilakukan, mengingat SKB CPNS kali ini akan dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

“Meskipun  kemarin sudah melakukan verifikasi domisili, kami imbau peserta SKB untuk tetap memantau update bila ada perubahan jadwal dan lokasi,” kata Saefuddin di Jakarta, Kamis (10/9). 

Perubahan ini, lanjut Saefuddin dimungkinkan terjadi, sehubungan adanya perubahan kondisi status zona penyebaran Covid-19. “Kami akan melakukan perubahan lokasi bilamana di satu daerah tidak memungkinkan dilaksanakan SKB karena termasuk zona berbahaya penyebaran Covid-19. Untuk itu kami saat ini terus berkoordinasi dengan seluruh Panitia daerah serta gugus tugas Covid-19.” Tuturnya.

Menurut Saefuddin, kondusifitas lokasi dan protokol kesehatan menjadi pertimbangan penting Pansel CPNS Kemenag saat ini, mengingat peserta SKB tahun ini cukup besar. “Kami perlu memastikan pelaksanaan SKB ini berlangsung aman dan nyaman bagi kesehatan peserta dan panitia. Karena tercatat, jumlah peserta SKB Kemenag mencapai 12 ribu orang,” ujarnya.

“Bagi para peserta, saya imbau juga untuk tetap menjaga kesehatan diri. Tetap menjaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan. Mari sama-sama kita berdoa agar pelaksanaan SKB Kemenag dapat berjalan dengan baik, lancar, dan aman,” pesan Saefuddin.

Read Previous

Komisi X dan Kemenpora Gelar Raker Bahas RKA-K/L TA 2021

Read Next

Bersama Bareskrim Polri, KPK Gelar Gelar Perkara Kasus Djoko Tjandra