16 May 2021, 22:16

Perusahaan Haji Isam Diduga Suap Eks Pejabat Pajak SGD 3 Juta

daulat.co – PT Jhonlin Baratama (PT JB) melalui perwakilannya diduga menyuap Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak periode 2016-2019 serta Dadan Ramdani selaku Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak. Diduga anak usaha Jhonlin Group milik Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam itu menyuap sebesar total SGD 3 juta.

Hal itu terungkap dalam dalam jumpa pers yang disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri, di gedung KPK, Jakarra, Selasa (4/5/2021). Dikatakan Firli. Dugaan suap diserahkan oleh konsultan pajak, Agus Susetyo sebagai perwakilan PT Jhonlin Baratama dalam kurun waktu bulan Juli-September 2019.

“Kurun waktu bulan Juli-September 2019 sebesar total SGD 3 juta diserahkan
oleh AS sebagai perwakilan PT JB,” ungkap Firli.

Diduga suap itu diberikan lantaran Angin dan Dadan membantu mengurus pemeriksaan PT Jhonlin Baratama.untuk tahun pajak 2016 dan 2017. Diterangkan Firli, dalam melakukan pemeriksaan itu, Angin bersama Dadan diduga menyetujui, memerintahkan, dan mengakomodir jumlah kewajiban pembayaran pajak yang disesuaikan dengan keinginan dari wajib pajak atau pihak yang mewakili wajib pajak.

“Pemeriksaan perpajakan juga tidak berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku,” ucap Firli.

Kini, Angin, Dadan, dan Agus Susetyo telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain ketiganya, KPK juga menetapkan kuasa wajib pajak PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, Veronika Lindawati; Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations sebagai tersangka.

KPK menduga PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin melalui perwakilannya Veronika Lindawati (VL) menyuap Angin dan Dadan dengan komitmen suap sebesar Rp 25 miliar. Dari jumlah tersebut, telah diberikan sebesar SGD 500 ribu atau sekitar Rp 5,39 miliar dengan kurs Rp 10.796 pada pertengahan tahun 2018.

“Pertengahan tahun 2018 sebesar SGD 500 ribu yang diserahkan oleh VL sebagai perwakilan PT BPI Tbk dari total komitmen sebesar Rp 25 Miliar,” tutur Firli.

Angin dan Dadan juga diduga menerima suap terkait pemeriksaan pajak PT Gunung Madu  Plantations untuk tahun pajak 2016. Angin Prayitno Aji dan Dadan diduga menerima suap dari Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi sebagai perwakilan PT Gunung Madu Plantations sebesar Rp 15 miliar pada periode Januari hingga Februari 2018.

“Pada Januari-Februari 2018 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 15 miliar diserahkan oleh RAR dan AIM sebagai perwakilan PT GMP,” kata Firli.

Atas perbuatannya, Angin dan Dadan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Sedangkan Ryan, Aulia, Veronika, dan Agus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

KPK: Komitmen Suap Pengurusan Pajak Bank Panin Rp 25 Miliar

Read Next

Update Covid-19 Per 4 Mei 2020, Total Kasus di Pemalang Capai 4.363