29 May 2024, 12:18

Perkara Inkracht, Eks Dirut PT Dirgantara Indonesia Jalani Hukuman di LP Sukamiskin

daulat.co – Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso mulai menghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Budi akan menjalani masa hukuman 4 tahun penjara menyusul perkara korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran di PT DI pada 2007-2017 yang menjeratnya telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Demikian disampaikan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Dikatakan Ali, Budi telah dieksekusi oleh Tim Jaksa Eksekusi ke Lapas Sukamiskin pada Kamis (24/6/2021).

“Tim Jaksa Eksekusi telah melaksanakan Putusan Pengadilan Tipikor pada PN Bandung Nomor : 60/Pid.Sus-TPK/2020/PN. Bdg tanggal 21 April 2021 dengan terpidana Budi Santoso dengan cara memasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sukamiskin untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama berada dalam tahanan,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (24/6/2021).

Selain hukuman badan, Budi juga dibebani pidana denda sebesar Rp 400 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.

Tak hanya itu, Budi juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 2.009.722.500, dengan ketentuan apabila tidak membayar dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Serta dalam hal tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan,” terang Ali.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung menjatuhkan pidana penjara terhadap Budi selama 4 tahun dan denda Rp 400 juta subsider 3 bulan kurungan pada Selasa (27/4/2021). Mejelis hakim juga menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider 5 bulan kurungan terhadap mantan Kepala Divisi Penjualan PT DI Irzal Rinaldi Zailani.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK sebelumnya menuntut agar Budi divonis 5 tahun penjara dan Irzal selama 8 tahun penjara. Oleh jaksa, Budi dan Irzal didakwa melakukan korupsi untuk memperkaya diri sendiri dari kontrak perjanjian secara fiktif dengan mitra penjualan guna memasarkan produk dan jasa.

Budi didakwa telah memperkaya diri sendiri dengan korupsi sebesar Rp 2.009.722.500 dari kontrak fiktif itu. Sementara Irzal didakwa memperkaya diri sebesar Rp13.099.617.000. Atas perbuatan itu, negara dirugikan sebesar Rp 202.196.497.761,42 dan 8.650.945,27 dolar AS.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Menpora Bangga Kepada Unwahas Lahirkan Atlet Berprestasi Dunia

Read Next

Haedar Nashir: Covid-19 Meningkat, Taatilah Ketentuan PPKM Mikro