15 June 2024, 08:57

Peringati Hari Rabies Sedunia, Dispertanak Pemalang Vaksin 88 Hewan Peliharaan

daulat.co – Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Pemalang menggelar vaksinasi rabies secara gratis dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada hari ini, Senin 28 September 2020.

Kegiatan yang digelar di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), Jl Muhammad Yamin Pemalang Utara, tepatnya di kompleks Terminal Induk Pemalang itu diperuntukkan bagi warga yang mempunyai hewan peliharaan anjing, kucing dan monyet.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pemalang Muntohir menyampaikan, di Kabupaten Pemalang sejauh ini belum ada satu kasus penularan rabies dari binatang seperti anjing, kucing dan monyet.

Pada vaksinasi kali ini, panitia menerima sedikitnya 60 pendaftar yang mengajukan hewan peliharaan. Dari jumlah pendaftar itu, ada yang membawa satu hingga dua hewan peliharaan. Tercatat ada 88 ekor hewan peliharaan, dengan rincian 87 ekor kucing dan 1 ekor anjing.

“Kami membuka pendaftaran vaksinasi dilakukan secara online, mengingat masih dalam suasana pandemi Covid-19. Sedikitnya sudah ada 60 orang pemilik hewan dan 88 ekor yang sudah di vaksin rabies dan kebanyakan adalah kucing,” terang Muntohir.

Ia menjelaskan, pihaknya sepanjang tahun 2020 telah melakukan vaksinasi hewan peliharaan sebanyak 588 ekor kucing dan anjing. Muntohir mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga diri dan lingkungan mengenai penyakit rabies.

“Tujuanya adalah menjaga Propinsi Jawa Tengah tetap bebas rabies, khususnya di Kabupaten Pemalang,” tegasnya.

Havis Faesal, staf Bidang Peternakan Dispertan Pemalang menambahkan, masyarakat hendaknya merawat dan menjaga hewan peliharaan kesayangan. Salah satunya dengan melakukan vaksin secara teratur untuk mengurangi resiko penularan rabies minima 1 kali setiap tahun.

“Jika tergigit anjing, kucing, atau kera, segera cuci luka dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun, serta langsung di bawa ke dokter/rumah sakit untuk menjalani perawatan,” imbaunya.

Masyarakat juga diingatkan untuk melaporkan ke dokter hewan atau puskeswan bila ada kasus gigitan. Begitu juga apabila hewan dibunuh, untuk dibawa ke Puskeswan guna pemeriksaan laboratorium.

“Jangan biarkan sampah berserakan di lingkungan sekitar anda karena dapat mengundang anjing atau kucing liar dan menjadi salah satu media penularan rabies,” tegasnya.

(Abimanyu)

Read Previous

Kepada Dokter Paru, Jokowi: Saya Merasakan Beratnya Tangani Corona

Read Next

Porwil Dulongmas Ditunda, KONI Pemalang Alihkan ke Pelatihan Pelatih Fisik Nasional