24 June 2024, 23:06

Perilaku Jubir Dinilai Belum Piawai Mengelola Komunikasi

Emrus Sihombing

daulat.co – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melalui Juru Bicaranya Jodi Mahardi menuntut Said Didu minta maaf. Bila enggan minta maaf, pihak Luhut akan memidanakan Said Didu.

Tuntutan dan ancaman pihak Luhut dilatarbelakangi komentar Said Didu mengenai penanganan virus Corona di Indonesia yang dimuat dalam kanal YouTube mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu.

“Bila dalam 2×24 jam tidak minta maaf, kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku,” tegas jubir Menko Luhut, Jodi Mahardi, Jumat (3/4/2020).

Menanggapi hal itu, pakar komunikasi politik Emrus Sihombing menilai langkah sang Jubir berlebihan. Apalagi belakangan, hal yang tidak terduga terjadi, dimana muncul dukungan publik yang luar biasa ke Said Didu.

“Reaksi dari jubir tersebut menunjukkan dia belum piawai mengelola komunikasi di Menko Marves. Jika jubir ini lulusan sarjana komunikasi, penanganan seperti ini sudah diberikan pada matakuliah Manajemen Public Relations,” ucap Emrus, Sabtu 4 Maret 2020.

Menurutnya, sejatinya ada dua hal utama yang penting dilakukan oleh jubir dalam hal ini. Pertama, memberi masukan kepada menterinya, utamanya pada situasi negara sedang fokus menangani Covid-19, supaya dirinya (jubir) tidak perlu menyampaikan ke ruang publik agar MSD minta maaf dan tidak perlu harus melalui proses hukum.

“Jika ide untuk minta maaf dan atau menempuh jalur hukum dari menterinya, justru jubir harus berani berbeda pendapat dengan menterinya demi tujuan yang lebih besar,” ucap Emrus.

Karena itu, lanjutnya, jubir harus berperan sebagai “konsultan” komunikasi bagi pimpinannya (Menko Marves). Jadi jubir tidak boleh seperti pesuruh yang selalu mengucapkan dan atau berperilaku “ada perintah” apalagi APS (asal pimpinan senang).

“Bila perilaku jubir seperti itu sama saja menjerumuskan pimpinan di ruang publik. Ini bisa mengganggu eksistensi pimpinan di ruang publik,” jelasnya.

Kedua, mengemukakan kepada publik bahwa apa yang disampaikan oleh MSD kami akan pelajari dengan sungguh dan kaji lebih mendalam, tetapi mohon maaf belum dapat kami lakukan sekarang karena kami memusatkan pikiran dan tenaga menghentikan penyebaran dan penaganan akibat covid-19.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Putus Mata-Rantai, Pemerintah Didesak Buka Peta Persebaran Corona

Read Next

Buat Apa Maklumat Kapolri, Jika Tidak Dipatuhi Anak Buah