24 May 2024, 01:57

Periksa Plt Bupati Bandung Barat Hengky, Ini yang Didalami KPK

KPK

daulat.co – Plt Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan masuk pusaran kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Bandung Barat Tahun 2020 yang menjerat tersangka Bupati nonaktif Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.

Hal itu mengemuka lantaran namanya masuk salah satu pihak yang diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (27/7/2021) kemarin.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, penyidik mendalami sejumlah hal saat memeriksa mantan artis tersebut. Antara lain mengenai dugaan adanya perencanaan dan pembahasan bersama dengan tersangka Aa Umbara Sutisna terkait dengan bantuan Bansos tersebut.

“Didalami pengetahuannya antara lain mengenai dugaan adanya perencanaan dan pembahasan bersama dengan tersangka AUM terkait dengan bantuan Bansos dalam pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid 19 pada Dinsos Pemkab Kabupaten Bandung Barat tahun 2020,” ucap Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (28/7/2021) pagi.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka kasus tersebut. Ketiganya yakni, Bupati Bandung Barat nonaktif Aa Umbara Sutisna dan anaknya Andri Wibawa, serta pihak swasta, M Totoh Gunawan.

Dugaan rasuah ini mengemuka saat Pemkab Bandung Barat menganggarkan sejumlah dana untuk penanggulangan pandemi COVID-19 dengan melakukan ‘refocusing’ APBD 2020 pada belanja tidak terduga (BTT).

Dalam pengadaan paket bahan pangan Bantuan Sosial Jaring Pengaman Sosial (Bansos JPS), Andri dengan menggunakan bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri (JCM) dan CV Satria Jakatamilung (SJ),  mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp 36 miliar.

Sementara M Totoh dengan menggunakan PT JDG dan CV SSGCL mendapatkan paket pekerjaan pengadaan bahan pangan Bansos JPS dan Bantuan Sosial terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB). Proyek itu senilai Rp 15,8 miliar.

KPK menduga Andri menerima keuntungan sejumlah sekitar Rp 2,7 miliar dan M Totoh diduga telah menerima keuntungan sekitar Rp 2 miliar. Adapun Aa Umbara diduga telah menerima uang sekitar Rp 1 miliar dari proyek tersebut. Diduga uang tersebut berasal dari Totoh yang disisihkan dari nilai harga per paket sembako.

KPK juga menduga Aa Umbara menerima gratifikasi sekitar Rp 1 miliar dari berbagai dinas di Pemkab Bandung Barat dan para pihak swasta yang mengerjakan berbagai proyek di Kabupaten Bandung Barat.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Jokowi Minta Perguruan Tinggi Kembangkan Inovasi Saat Pandemi

Read Next

Jokowi Dorong Perguruan Tinggi Berkolaborasi Dengan Para Praktisi dan Pelaku Industri