1 December 2021, 10:53

Periksa Aliza Gunado, KPK Pertajam Bukti Suap Azis Syamsuddin dari DAK Lampung Tengah

KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengantongi bukti dan informasi jika mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin (AZ) aktif dalam pengurusan pengajuan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah tahun 2017. Azis diduga aktif membantu pengurusan DAK Lampung Tengah tersebut lantaran menerima upeti alias fee.

Bukti dan informasi itu dipertajam tim penyidik KPK saat memeriksa Mantan Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (Waketum AMPG), Aliza Gunado dan Edy Sujarwo, Senin (15/11/2021). Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Azis Syamsuddin dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di lembaga antikorupsi.

“Didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan peran tersangka AZ yang diduga aktif dalam pengurusan pengajuan dana DAK (dana alokasi khusus) untuk Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2017 dengan adanya penerimaan berupa fee atas pembantuannya tersebut,” ungkap pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ipi Maryati.

KPK saat ini masih mendalami penerimaan uang tersebut. Alhasil, lembaga antikorupsi belum mau mengungkap secara detail mengenai dugaan penerimaan uang tersebut.

KPK juga Periksa Mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari

Dikatakan Ipi, tim penyidik memeriksa Rita di Lapas Klas IIA Tangerang. Dalam pemeriksaan ini, penyidik KPK antara lain memgonfirmasi terkait dengan peran Azis yang merekomendasikan Rita untuk mengurus perkaranya di KPK dengan mantan penyidik KPK, Stephanus Robin Pattuju.

“Dikonfirmasi antara lain terkait dengan peran tersangka AZ yang merekomendasikan saksi untuk mengurus perkaranya di KPK dengan Stephanus Robin Pattuju,” tutur Ipi.

Dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah, Azis diduga mencoba menghubungi mantan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk menutup perkara yang menyeretnya dan Aliza Gunado.

Dalam melancarkan aksinya, Robin dibantu Pengacara Maskur Husain. Terkait pengurusan perkara tersebut, Robin dan Maskur meminta uang ke Azis dan Aliza.

Diduga Robin berkali-kali menemui Azis untuk menerima uang. Duit itu diberikan tiga kali. Uang yang diberikan yakni USD100 ribu, SGD17.600, dan SGD140.500.

Usai diserahkan Azis ke Robin, uang asing itu selalu ditukarkan ke rupiah. Dari kesepakatan Rp 4 miliar untuk menutup kasus, Robin dan Maskur diduga telah menerima Rp 3,1 miliar dari Azis dan Aliza.

Atas dugaan perbuatannya, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf  a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Jaksa Bongkar Suap Aliza Gunado dan Azis Syamsuddin untuk Penyidik Robin

Read Next

Saksi Ungkap Orang Kepercayaan Mu’min Ali Gunawan Diutus Turunkan Pajak Bank Panin