23 May 2024, 16:06

Peresmian Jembatan Kebanggaan Warga Wanarata Meninggalkan Kekecewaan, Panitia Akui Teledor

Jembatan Desa Wanarata

Jembatan Desa Wanarata

daulat.co – Bupati Pemalang H Junaedi pada Rabu, 10 Februari 2021 kemarin,  meresmikan sejumlah proyek besar. Dari Gedung DPRD Pemalang, Pasar Buah dan Sayur Pemalang, Pasar Randudongkal, Hotel Moga, Kios Cinderamata, Sumur Dalam, Jembatan Desa Wanarata hingga Stadion Mochtar.

Sayangnya, peresmian sejumlah proyek tersebut tidak melibatkan pihak-pihak terkait. Dan, hal itu diakui panitia peresmian. Alasannya, karena ada miskomunikasi dan miskoordinasi. Karena itu panitia menyampaikan permohonan maaf.

Salah satu pihak yang tidak dilibatkan dalam peresmian itu adalah Kepala Desa Wanarata, Elok Rahmawati. Padahal, dalam rangkaian peresmian itu terdapat kegiatan di desanya, yakni Peresmian Jembatan Desa Wanarata, Kecamatan Bantarbolang.

Kades Elok mengaku, Pemerintah Desa Wanarata tidak mendapatkan undangan untuk mengikuti peresmian Jembatan Desa Wanarata yang dilangsungkan secara virtual. Karena tidak ada pemberitahuan itu pula, pada saat peresmian pihak Pemdes tidak mempersiapkan segala sesuatunya.

“Kami tidak dikabari terkait peresmian jembatan itu, sehingga kami tidak ada persiapan apapun, boro-boro (jangankan; red) pasang layos guna persiapan virtual,” ujar saat dihubungi daulat.co bersama wartawan lain, Kamis 11 Februari 2021.

Senada dengan Kades Elok, Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra Ida Mulyani juga merasa heran dengan peresmian sejumlah proyek besar namun tidak ada pemberitahuan. Ida yang merupakan warga Desa Wanarata itu mengaku kecewa dengan panitia peresmian.

Alih-alih mengikuti peresmian jembatan kebanggaan warga Wanarata, dirinya justru mengikuti peresmian secara virtual Pasar Randudongkal karena tidak adanya undangan ataupun pemberitahuan dari panitia.

“Paling tidak kalau Pemdes Wanarata dikasih kabar ya saya tidak perlu zoom di Pasar Randudongkal, tapi saya mengadakan sendiri di Jembatan Wanarata atau di Balaidesa Wanarata,” ucap Ida.

Meskipun kecewa, sebagaimana warga Wanarata lainnya, ia mengucapkan terimakasihnya kepada Bupati Pemalang atas peresmian Jembatan Desa Wanarata. Sebab keberadaan jembatan tersebut selama puluhan tahun terakhir sangat diharapkan masyarakat dalam menunjang berbagai aktifitas.

“Itu momen yang sangat sakral untuk kami warga Wanarata, karena jembatan térsebut impian kami dari puluhan tahun yang lalu,” jelas Ida Mulyani.

Sementara itu, saat ditemui diruanganya, Gunawan Wibisono selaku Kepala Administrasi Pembangunan (ADPEM) Sekretariat Daerah, mengakui adanya keteledoran dalam persiapan peresmian sejumlah proyek di akhir masa jabatan Bupati H Junaedi. Yang pasti, ia menyebut tidak ada niatan demikian.

“Ya memang itu keteledoran kekurangan kami, bukan maksud ada keniatan seperti itu, miskomunikasi intinya kami salah dan kami memohon maaf yang sebesar besarnya,” kata dia.

(Abimanyu)

Read Previous

Pecat Badaruddin, DPP Partai Berkarya Tunjuk Syamsu Djalal Jadi Plt Sekjen

Read Next

KPK Endus Dugaan Gratifikasi Jatimpark Group ke Pejabat Kota Batu Malang