29 May 2024, 12:02

Penyuap Gubernur Kepulauan Riau Dituntut 2 Tahun Penjara

daulat.co – Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjatuhkan tuntutan dua tahun penjara terhadap pengusaha Kock Meng. Kock Meng juga dituntut hukuman denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/1/2020).

Jaksa meyakini Kock Meng terbukti menyuap Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nonaktif Nurdin Basirun sejumlah Rp 45 juta dan SGD 11 ribu secara bertahap melalui rekannya bernama Abu Bakar.

Abu Bakar lentas memberikan uang tersebut melalui mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Edy Sofyan, dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Budy Hartono.

Menurut jaksa, uang suap diberikan agar Nurdin membantu Kock Meng memberikan izin usahanya di laut Kepri. Diketahui, Kock Meng berniat membuka restoran dan penginapan terapung di daerah Tanjung Piayu Batam.

Perbuatan Kock Meng dianggap melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo pasal 64 ayat (1) KUHP pidana. “Menuntut, menyatakan terdakwa Kock Meng telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ucap jaksa KPK M Asri Irawan saat membacakan tuntutan.

Jaksa mempertimbangkan hal-hal memberatkan dan meringankan dalam menjatuhkan tuntutan tersebut. Untuk hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

“Hal meringankan, terdakwa sopan selama persidangan, terdakwa mempunyai tanggungan keluarga dan belum pernah dihukum,” kata jaksa.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Kemenag-RQV Kerjasama Tahfidz Al Qur’an

Read Next

Jokowi Berharap Industri Pertahanan Miliki Kemandirian