27 May 2024, 12:38

Penyuap Eks Sekretaris Mahkamah Agung Dituntut 4 Tahui Bui

Palu hakim - ist

Palu hakim – ist

daulat.co – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut mantan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto dengan hukuman empat tahun penjara. Hiendra juga dituntut untuk membayar denda sejumlah Rp 150 juta subsidair enam bulan kurungan.

Menurut jaksa, terdakwa Hiendra Soenjoto telah terbukti bersalah menyuap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman. Jaksa menyebut pemberian uang itu bertujuan untuk mengurus perkara PT MIT di tingkat pengadilan negeri hingga kasasi.

“Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Hiendra Soenjoto berupa pidana penjara empat tahun dan denda Rp150 juta subsidair enam bulan kurungan,” ucap Jaksa Wawan Yunarwanto saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (23/3/2021) malam.

Dalam mengajukan tuntutan, tim jaksa mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan maupun meringankan. Untuk hal yang memberatkan, perbuatan Hiendra dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas KKN. Hiendra juga berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya.

Tak hanya itu, Hiendra juga pernah menjadi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buronan KPK serta sudah pernah dihukum sebelumnya. “Hal yang meringankan, tidak ada,” ungkap jaksa.

Hiendra sebelumnya didakwa telah menyuap Nurhadi selaku Sekretaris MA sebesar Rp 45,7 miliar untuk mengurus perkara di tingkat pengadilan negeri hingga kasasi. Uang tersebut diserahkan Hiendra melalui menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono.

Uang itu untuk memuluskan pengurusan perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer di Cilincing, Jakarta Utara.

Adapun Nurhadi dan Rezky Herbiyono telah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Hakim menjatuhkan hukuman enam tahun penjara terhadap Nurhadi dan Rezky Herbiyono. Keduanya juga dijatuhi hukuman untuk membayar denda sejumlah Rp 500 juta subsidair tiga bulan kurungan.

Vonis itu jauh lebih rendah dari tuntutan yang diajukan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK. JPU pada KPK sebelumnya menuntut majelis hakim untuk menjatuhkan pidana 12 tahun penjara terhadap Nurhadi. Sementara Rezky Herbiyono dituntut dengan pidana 11 tahun penjara.

Jumlah suap yang diterima Nurhadi terbukti lebih rendah dari dakwaan jaksa. Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Nurhadi dan Rezky Herbiyono terbukti menerima suap sebesar Rp 35.726.955.000 (Rp 35 miliar).

Suap itu berasal dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Uang suap diberikan agar memuluskan pengurusan perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (PT KBN) terkait dengan gugatan perjanjian sewa menyewa depo kontainer.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

KPK Ingatkan Rudy Hartono dan Anja Runtunewe Untuk Kooperatif

Read Next

KPK Sita Uang dari Eks Caleg Gerindra Syammy Dusman