21 October 2021, 08:05

Penyidik Robin ke Bos PT Tenjo: Senin Tidak Dibayar, Bapak Tersangka

Ilustrasi suap

Ilustrasi suap

daulat.co – Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju dan pengacara Maskur Husain diduga menerima Rp 525.000.000 dari Direktur PT Tenjo Jaya, Usman Effendi. Diduga penerimaan suap secara bertahap itu untuk menutup perkara yang sedang diusut lembaga antikorupsi.

Demikian terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK membacakan surat dakwaan, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, (13/9/2021). Dari jumlah tersebut, Robin menerima Rp 252,5 juta dan itu, Maskur menerima Rp 272,5 juta.

“Sejak tanggal 6 Oktober 2020 s.d. 19 April 2021, Usman Effendi mentransfer uang ke rekening BCA milik Riefka Amalia melalui rekening Bank Mandiri nomor 1330007721988 miliknya maupun rekening BCA nomor 0541235131 atas nama Yayan Heryanto dengan jumlah keseluruhan Rp 525.000.000. Bahwa uang tersebut Terdakwa dan Maskur Husain kemudian bagi, dimana Terdakwa memperoleh Rp 252.500.000 sedangkan Maskur Husain memperoleh Rp 272.500.000,” ucap jaksa Lie Putra Setiawan.

Perkara suap itu bermula ketika Robin menghubungi Usman pada 3 Oktober 2020. Saat itu Robin memperkenalkan diri sebagai teman Radian Ashar dan juga penyidik KPK.

Pada saat itu, Robin menyampaikan
kepada Usman bahwa dirinya mencari Usman karena ada hal darurat, yaitu Usman akan dijadikan tersangka terkait kasus Kalapas Sukamiskin.

“Oleh karenanya Terdakwa meminta mereka bertemu,” ujar jaksa.

Pada malam harinya, keduanya bertemu di Puncak Pass, Jawa Barat. Saat itu, Usman meminta bantuan kepada Robin agar dirinya tak dijadikan tidak dijadikan tersangka oleh KPK.

“Terdakwa (Robin) lalu menyampaikan kepada Usman Effendi kalau dirinya dan tim dapat membantu Usman Effendi dengan imbalan sejumlah Rp 1.000.000.000,” tutur Lie.

Saat itu, Usman mengaku uang yang diminta Robin terlalu besar. Robin dan Usman kemudian bernegosiasi untuk menurunkan harga. Robin setuju dengan harga Rp 350 juta dari negosiasi tersebut. Namun, saat itu duit harus dibayar dengan cepat.

“Terdakwa (Robin) lalu menyampaikan ‘bapak bayar Rp 350.000.000, saja untuk tim dan tidak harus sekali bayar lunas. Yang penting masuk dananya hari Senin, karena jika tidak hari Senin dibayar, Bapak akan dijadikan tersangka pada ekspos pada hari Senin jam 16.00′,” kata Lie.

Setelah mengatakan itu, Robin langsung memberikan nomor rekening ke Usman. Pada Minggu, 4 Oktober 2020, Robin kembali mengingatkan Usman tentang pembayarannya melalui telepon.

“Terdakwa lalu memberi rekening tujuan yaitu rekening BCA dengan nomor
rekening 06825398035 atas nama Riefka Amalia,” ujar Lie.

Atas perbuatannya Robin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Eks Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju Didakwa Terima Suap ’86’ Perkara

Read Next

Wabup Dogiyai Oskar Makai Gabung PRIMA