23 May 2024, 16:19

Pengamat Sebut Menteri Erick Mampu Siapkan Road Map Terpadu untuk Pembangunan IKN

daulat.co – Menteri BUMN, Erick Thohir dinilai mampu menyiapkan road map (peta jalan) terpadu dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang rencananya akan diresmikan pada 2024 mendatang.

“Kalau saya berpedoman bahwa Erick Thohir akan siap sedia apabila ada tugas khusus yang diperintah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait pembangunan IKN,” kata Pengamat BUMN Kiki Rizki Yoctavian, Senin (5/12).

Hal ini dilontarkan Kiki menanggapi pernyataan dari Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty dalam rapat bersama Erick Thohir, siang tadi. Dalam rapat tersebut, Evita meminta Erick Thohir membuat roap map yang berguna untuk melihat sejauh mana BUMN berperan dalam pembangunan IKN.

Penilaian Kiki, berbagai terobosan sudah dilakukan Erick Thohir melalui sejumlah BUMN dalam mendukung program pembangunan di Kalimantan Timur tersebut. Hal ini selaras dengan pernyataannya belum lama ini yang menyebutkan bahwa IKN bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru.

“Salah satu BUMN yang sudah bergerak adalah DAMRI. Mereka membuka rute Balikpapan – IKN dan mengerahkan armada bus sebanyak 15 unit. Pengoperasian armada ini telah berlangsung sejak 1 November 2022,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut mantan aktivis 98 ini, terobosan yang dilakukan Erick Thohir antara lain adalah rencana membuat BUMN Tower yang berdiri di atas lahan seluas lebih dari 20 ribu meter persegi bersama sejumlah elemen lain. Mulai dari hotel, community center, masjid, retail, museum, pusat budaya dan lain sebagainya.

“Sejumlah BUMN karya juga berpacu menggarap proyek Ibu Kota Negara Nusantara di antaranya PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Hutama Karya (Persero),” urai dia.

Disisi lain, Kiki melanjutkan, berbagai kerjasama dengan investor asing dalam rangka pembangunan IKN juga telah dilakukan oleh Erick Thohir. Salah satunya pertemuan dengan investor dari Uni Emirat Arab di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi beberapa waktu lalu. Investor tersebut nantinya akan bergabung untuk mendanai pembangunan IKN.

“Kemudian menggarap soonicorn atau unicorn agar berinvestasi lewat Merah Putih Fund dengan syarat foundernya orang Indonesia, perusahaan harus beroperasi di Indonesia dan bayar pajak di Indonesia. Serta tentunya diprioritaskan untuk go public di Indonesia karena konsep IKN akan lebih friendly ke investasi fintech,” imbuhnya.

“Ketiga melalui Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) yang bertugas menggandeng investor strategis dengan maksud mengurangi ketergantungan pembangunan infrastruktur dari APBN. Keempat menawarkan peluang investasi kepada para CEO dari perusahaan-perusahaan global yang disampaikan dalam perhelatan The 20th Forbes Global CEO Conference di Singapura,” tandasnya.

(M Abdurrahman)

Read Previous

KPK Segera Ungkap Sosok dan Peran Pemberi Suap Pejabat Polri ini

Read Next

Komisi VII Dukung Rencana Pemerintah Bagikan 680.000 Rice Cooker