26 May 2024, 13:09

Pengamat Sebut Golkar Sukses Luar Biasa di Pilkada 2020 Karena Faktor Ketum Airlangga & Kandidat Cakada

Salah satu kader Partai Golkar Kabupaten Pemalang mengenakan masker yang melambangkan partainya (Foto: Sumitro/daulat.co)

Salah satu kader Partai Golkar Kabupaten Pemalang mengenakan masker yang melambangkan partainya (Foto: Sumitro/daulat.co)

daulat.co – Salah satu partai politik yang sukses menghantarkan kader atau pilihannya menjadi kepala daerah dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 adalah Partai Golkar. Partai berlambang pohon beringin ini meraih sukses luar biasa karena mampu melampaui target yang telah ditentukan sebelumnya.

Partai yang kini dipimpin Airlangga Hartarto itu sebelumnya menargetkan menang di 162 atau 60 persen dari daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2020. Sementara dari hitung cepat (hasil sementara), Partai Golkar mampu memenangkan Pilkada di 165 dari 270 daerah.

Menurut Emrus Sihombing, Komunikolog Indonesia, dalam keterangannya yang diterima daulat.co kemarin, kemenangan yang diraih Golkar ini merupakan buah dari aspek komunikasi politik ditentukan oleh dua kelompok variabel yang saling menguatkan.

“Kelompok pertama, variabel kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar,” kata Emrus.

Variabel Ketum Golkar merujuk pada kepemimpinan Ketua Umum Partai  Golkar yang smart dan jeli sehingga mampu menyodorkan sosok kader tertentu yang memiliki daya saing tangguh mengikuti  persaingan yang sangat ketat dalam kontestasi Pilkada 2020.

Kedua, yakni karena kepiawaian Ketua Umum Partai Golkar melakukan  supervisi dan senantiasa mengevaluasi program yang ditawarkan para kandidat yang diusung Golkar di setiap wilayah daerah Pilkada.

“Kompok kedua, variabel yang dimiliki dari sosok para kandidat. Kelompok variabel ini tidak kalah pentingnya dalam strategi memenangkan Pilkada 2020,” tutur Emrus.

Variabel kandidat ini merujuk pada sembilan aspek. Yakni popularitas, akseptabilitas, kapabilitas, keterampilan komunikasi persuasi, memiliki mental pemenang, daya tarik, kematangan berpolitik dan akseptabilitas publik di daerah pemilihan. Dan, terakhir elektabilitas yang terus dimonitor dan dievaluasi berdasarkan tren-tren survey.

“Semua variabel yang ada pada kedua kelompok tersebut merupakan variabel-variabel yang dilakukan Partai Golkar dan para kader untuk memenangkan Pilkada 2020 yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dari Ilmu Komuniksi Politik,” ucapnya.

Untuk itu, pengalaman Partai Golkar memenangkan Pilkada 2020 kali ini bisa menjadi pemodelan dalam kontestasi pemilu-pemilu yang akan datang. Dan tidak berlebihan jika menjadi rujukan bagi partai lain di Indonesia.

(Sumitro)

Read Previous

Contoh Penerapan Model Project Based Learning Pada Pembelajaran

Read Next

Dapat Kuota Tambahan 700 di Tahun 2021, Kades Susukan Ajak Warganya Segera Mendaftar Program PTSL