24 May 2024, 02:17

Pengacara: Kesaksian Sopir MJS Semakin Menguatkan Tak Ada Aliran Uang ke Juliari

Kementerian Sosial RI

Kementerian Sosial RI

daulat.co – Kuasa hukum mantan Mensos Juliari P Batubara, Maqdir Ismail angkat bicara soal kesaksian sopir terdakwa Matheus Joko Santoso (MJS) bernama Sanjaya selaku pada Rabu 19 Mei 2021. Menurut Maqdir, kesaksian Sanjaya semakin menguatkan tidak adanya dugaan uang suap yang sampai kepada kliennya.

Dikatakan Maqdir, keterangan saksi dalam persidangan sampai sejauh ini adalah dugaan uang suap terkait pengadaan bansos Covid-19 itu hanya berputar atau sampai di Matheus Joko Santoso. Sanjaya saat bersaksi juga menyatakan tidak ada dugaan uang suap yang sampai kepada Juliari.

“Yang jadi persoalan kan sampai sekarang itu apakah betul ada uang yang sampai, dan sampai sekarang kan nggak ada saksi yang mengatakan itu,” ucap Maqdir kepada wartawan, Senin (24/5/2021).

Soal tidak adanya dugaan uang suap yang sampai kepada Juliari sebelumnya ditegaskan saksi Sanjaya saat bersaksi. Jaksa pada KPK saat itu membacakan BAP saksi Sanjaya.

“Saudara pernah memberikan keterangan BAP No. 14. Pertanyaannya, “Apakah saudara pernah diminta oleh Joko atau pihak lain untuk mengantarkan uang kepada Saudara Juliari?” Jawaban saudara, “Saya tidak pernah diminta Joko untuk memberikan uang kepada Menteri Sosial Juliari Batubara,” ucap Jaksa.

“Namun saya pernah diminta oleh Saudara Joko pada bulan Oktober 2020 untuk mentransfer uang Rp 40.000.000,00 ke rekening ajudan menteri sosial (Eko Budi Santoso) yang menurut Joko untuk membayar kegiatan operasional Pak Menteri. Namun saya tidak tahu bentuk kegiatan apa saja. Saat itu Joko memberikan ATM BNI milik beliau dan selembar kertas yang berisi nomor rekening BNI atas nama Eko Budi Santoso dan meminta saya untuk mentransfer ke rekening tersebut.” Bagaimana keterangan saudara?” tanya Jaksa.

“Itu benar, pak. Tapi kan saya lupa nama Mas Eko siapa,” jawab Sanjaya.

Lebih lanjut Jaksa mendalami keterangan Sanjaya. Terlebih soal atas nama rekening yang ditransfer.

“Benar ini nama Eko Budi Santoso? Saudara baca langsung di rekening tersebut?” cecar Jaksa.

“Iya,” jawab Sanjaya.

Merespon hal itu, Jaksa kembali mencecar Sunjaya. “Ini saudara mengatakan rekening ajudan Menteri Sosial. Benar terdakwa Matheus Joko mengatakan seperti itu?” tanya Jaksa.

“Iya,” kata Sanjaya.

“Saat itu dimana memerintahkan saudara?Berapa kali?” tanya Jaksa.

“Di ruangan bapak. Saya dipanggil ke ruangan bapak dan bapak minta tolong buat transfer saja. Sekali saja,” ujar Sanjaya.

Selain itu, Jaksa juga mendalami soal keterangan saksi Sanjaya yang menyebut mengetahui soal pembayaran sewa pesawat.

“Keterangan saudara paragraf kedua, “Saya juga mengetahui bahwa Pak Joko beberapa kali membayarkan sewa charter pesawat untuk perjalanan Menteri Sosial Saudara Juliari Batubara karena biasanya sebelum mentransfer uang, Saudara Joko menelepon atau ditelepon oleh saudara Eko (ajudan Menteri Sosial) dan saya mendengar percakapan tersebut jika Saudara Joko akan mentransfer uang untuk biaya sewa  pesawat Menteri Sosial. Setelah percakapan tersebut, Joko biasanya meminta saya untuk mengantarkan ke ATM.” Benar keterangan saudara?”

Keterangan tersebut pun diamini oleh saksi. “Iya,” jawab Sanjaya.

“Jadi, ini yang mentransfer Joko atau saksi?” tanya Jaksa.

“Bapak biasanya,” jawab Sanjaya sekaligus menjelaskan bahwa dirinya hanya mengantarkan saja ke lokasi ATM.

Seperti diketahui, Juliari sebelumnya didakwa menerima uang suap Rp 32,4 miliar berkaitan dengan pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa sembako dalam rangka penanganan virus Corona atau COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos).

Uang ini disebut jaksa telah diterima Juliari dari potongan fee bansos Rp10 ribu per paket yang dipungut oleh Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Voxpol Sebut Zulkiflimansyah Bisa Jadi Capres Alternatif 2024

Read Next

Malam Ini, PRIMA Gelar Diskusi Kebudayaan Nasional