24 June 2024, 18:24

Pemudik Capai 47 Ribu, Bupati Pemalang Intensifkan Pendataan di Jalur Masuk

Bupati Pemalang H Junaidi melakukan sidak kesiapan tim dalam memantau atau mengawasi pergerakan pemudik di sejumlah titik perbatasan atau jalur masuk (ist)

Bupati Pemalang H Junaidi melakukan sidak kesiapan tim dalam memantau atau mengawasi pergerakan pemudik di sejumlah titik perbatasan atau jalur masuk (ist)

daulat.co – Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 mencatat jumlah pemudik dari Pemalang per 9 April 2020 mencapai 47,858 orang. Jumlah pemudik asal Pemalang ini terus mengalami penambahan yang signifikan.

Jika pada Minggu 5 April 2020 lalu, tercatat 42,457 orang. Dengan kata lain ada penambahan pemudik sebanyak 5.401 orang dalam waktu 4 hari terakhir.

Seperti halnya pekan lalu, warga asal Kecamatan Belik masih menempati urutan pertama dalam hal jumlah. Tercatat warga yang memutuskan mudik ke Belik mencapai 5.697 orang atau 11,9 persen. Sementara jumlah pemudik terkecil yakni Kecamatan Comal dengan 1.419 orang atau 3,0 persen.

Terkait peningkatan jumlah pemudik ini, Bupati Pemalang yang juga Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, H Junaidi, pada Kamis (9/4) malam, melakukan inspeksi mendadak di perbatasan Pemalang-Tegal. Bupati Junaidi mengecek kesiapan petugas di Posko Terpadu Penanganan Covid-19.

Kepada wartawan, ia menyatakan jika inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dalam melakukan pengawasan. Selain perbatasan Pemalang-Tegal, sidak juga dilakukan di Lawangrejo, Pagaran, pintu tol Gandulan, Ulujami, Belik, Gambuhan Pulosari, Warungpring, Kesesirejo hingga Terminal Induk.

“Saya ingin pastikan kesiapan personel, mulai dari Alat Pelindung Diri (APD), alat-alat medis, hingga mobil ambulans,” kata dia.

Dalam pengawasan tim di Posko Terpadu Penanganan Covid-19, petugas bekerja keras dengan mendata setiap pengguna jalan, khususnya bagi pemudik asal Pemalang. Selain didata, mereka juga menjalani pemeriksaan suhu tubuh serta riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir.

“Meski sudah ada imbauan untuk menunda mudik, tapi arus mudik tak bisa dihindari. Untuk itu kita antispasi dengan memperkuat pemeriksaan di posko perbatasan, untuk memastikan bahwa masyarakat yang masuk dari setiap daerah bebas dari virus corona,” ucap Bupati Junaidi.

(Sumitro)

Read Previous

Imbas Corona, Cuti Lebaran Digeser Dari 26-29 Mei ke 28-31 Desember 2020

Read Next

Soal Bantuan Terdampak Corona, Anis Ingatkan Bahaya Krisis Sosial & Kriminalitas