21 May 2024, 23:22

Pemeriksaan Tersangka Hakim MA Gazalba Saleh Berujung Penahanan?

daulat.co – Hakim Agung, Gazalba Saleh diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (8/12/2022). Gazalba diperiksa sebagai tersangka kasus suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Demikian diungkapkan Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri. Ali mengatakan Gazalba telah tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

“Informasi yang kami peroleh Benar,” ucap Ali Fikri kepada wartawan.

Namun, Ali nggan berkomentar saat disinggung pemeriksaan Gazalba ini akan berujung upaya paksa penahanan.

KPK sebelumnya resmi mengumumkan Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai tersangka kasus suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA). KPK juga menetapkan dua tersangka baru lainnya yakni Hakim Yustisial Panitera Pengganti pada Kamar
Pidana MA RI dan Asisten Hakim Agung Gazalba, Prasetio Nugroho (PN) serta Staf Hakim Agung Gazalba, Rendhy Novarisza. Rendhy dan Prasetio sudah lebih dahulu ditahan pada Senin (28/11/2022).

“Dalam proses penyidikan perkara dengan tersangka SD (Sudrajad Dimyati) dkk, KPK kemudian menemukan kecukupan
alat bukti mengenai adanya dugaan perbuatan pidana lain dan ditindaklanjuti ke tahap
penyidikan dengan menetapkan dan mengumumkan Tersangka,” ucap Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto kepada wartawan dalam konferensi pers.

Karyoto memaparkan Gazalba berperan untuk memutus peninjauan kembali terdakwa Budiman Gandi Suparman selaku Pengurus KSP
Intidana. Gazalba diduga menerima sejumlah uang lantaran memutus perkara tersebut.

Atas perbuatannya, Gazalba disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang
Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-
Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

(Rangga)

Read Previous

Permohonan Maaf Atas Ketidak Nyamanan Pelanggan Akibat Adanya Perbaikan

Read Next

Baleg DPR Minta Pemerintah Tinjau Ulang RUU Larangan Minuman Beralkohol