22 January 2022, 15:26

Pembentukan BLU Pengganti PLN Batubara Harus Dikaji Mendalam

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto

daulat.co – Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta wacana pemerintah terkait rencana pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) dalam pengadaan batubara untuk Perusahaan Listrik Negara (PLN) dapat dikaji secara mendalam.

Hal itu dilakukan agar tidak justru merepotkan pengusaha dan PLN sendiri dalam mendapatkan batubara. Tegas dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu 12 Januari 2022.

“Perlu kita kaji secara mendalam skema BLU ini. Karena secara umum ini menambah kelembagaan baru untuk penarikan iuran ekspor batu bara. Saya masih khawatir ini belum tentu berjalan secara efektif,” jelasnya.

Mulyanto menambahkan, bila hasil iuran tersebut terhambat masuk ke PLN, maka ke depannya berpotensi menyulitkan PLN dalam membeli batu bara seharga pasar. Oleh sebab itu, menurutnya, pemerintah hanya perlu mempertahankan kebijakan Domestic Marketing Obligation (DMO) yang sudah berjalan selama ini.

“Pemerintah hanya perlu melakukan beberapa penyempurnaan di aspek pasokan dan permintaan agar ketentuan ini dapat terlaksana dengan efektif,” imbuhnya.

Politisi PKS itu menyatakan jika dari segi pasokan, pemerintah perlu meningkatkan aspek pengawasan dan sanksi terhadap pengusaha batu bara nakal. Sementara dari segi permintaan, pemerintah perlu menekan PLN agar memperbaiki manajemen sistem perencanaan dan pembelian batu bara agar lebih efisien.

Misalnya dengan membuat kontrak jangka panjang, tidak membeli via trader, membangun sistem transportasi dan logistik serta beli dengan harga di tempat bukan di mulut tambang.

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebelumnya mengatakan pemerintah akan mengubah skema pembelian batu bara untuk persediaan PLN. Luhut menyebut, ke depannya, PLN akan membeli batu bara sesuai dengan harga pasar, sehingga tidak mengganggu harga market.

“Nanti akan bentuk Badan Layanan Umum (BLU) sehingga tidak mengganggu mekanisme pasar yang ada,” ujarnya.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Lodewijk Paulus: Buku Putih BKSAP Jembatani Pembangunan Ekonomi & Penyelamatan Lingkungan

Read Next

Kepemimpinan Airlangga di Golkar Dinilai Minus, Ini Enam Catatannya