20 May 2024, 21:44

Pembelajaran Daring dan Pentingnya Kecakapan Guru Dalam Memanfaatkan Media Audio Visual

PANDEMI Covid 19 yang telah menjadi pandemi global saat ini menuntut pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) menerbitkan Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020.

Surat Edaran Kemendikbud tersebut menekankan pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan Covid-19 bagi guru dan bagi peserta didik untuk semua jenjang di seluruh Indonesia.

Pembelajaran secara daring atau online learning ini merupakan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan dengan perangkat komputer atau gadget dimana guru dan peserta didik berkomunikasi secara interaktif dengan memanfaatkan media komunikasi dan informasi.

Pembelajaran ini sangat bergantung dengan koneksi jaringan internet yang menghubungkan antara perangkat guru dan peserta didik. Kendala ketika pembelajaran daring adalah pola kebiasaan cara belajar mengajar peserta didik dan guru yang sudah terbiasa belajar secara konvensional.

Guru masih belum terbiasa mengajar dengan memanfaatkan media daring kompleks yang harus dikemas dengan efektif, mudah diakses dan dipahami oleh peserta didik. Sedangkan peserta didik sangat membutuhkan budaya belajar mandiri dan kebiasaan untuk belajar mengikuti komputer atau gawai.

Guru dituntut untuk mampu merancang atau mendesain pembelajaran daring yang ringan dan efektif, dengan memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan.

Melihat realita pembelajaran SD Negeri 03 Bodas, peserta didik kelas V kesulitan belajar secara daring walaupun pembelajaran jarak jauh sudah difasilitasi menggunakan platform WhatsApp Group (WAG). Hal ini dapat dilihat pada saat peserta didik mengerjakan evaluasi, sebagian besar peserta didik memperoleh nilai di bawah KKM.

Dengan KKM 65, ternyata dari jumlah 14 siswa di kelas V SDN 03 Bodas, Kecamatan Watukumpul, Pemalang, menunjukkan bahwa hanya 5 siswa dari 14 siswa yang sudah tuntas dalam belajar, sedangkan 9 siswa lainnya belum tuntas belajar.

Berdasarkan hasil observasi aktivitas peserta didik yang dilakukan di kelas V semester 1 tahun pelajaran 2020/2021 di SD Negeri 03 Bodas, pada saat pembelajaran daring berlangsung, peserta didik hanya sekedar mengerjakan tugas dari guru dan tidak termotivasi untuk belajar dikarenakan tidak ada media yang menarik bagi peserta didik.

Pembelajaran didominasi oleh tugas-tugas yang dikirim guru melalui WhatsApp Group (WAG). Perlunya media pembelajaran yang efektif untuk menyampaikan materi dan sekaligus memotivasi peserta didik dalam pembelajaran ini dan diharapkan dapat meningatkan kualitas pembelajaran peserta didik secara daring khususnya di era pandemi seperti saat ini.

Kecakapan Guru & Keunggulan Media Audio Visual
Guru yang cakap dan profesional adalah guru yang terampil dalam memilih metode, media dan menetapkan strategi yang tepat dalam pembelajaran. Proses pembelajaran dengan menggunakan media/alat peraga bertujuan agar pembelajaran lebih menarik, berkesan, dan bermakna.

Kehadiran media pembelajaran juga dapat memberikan dorongan stimulus maupun pengembangan intelektual serta emosional siswa sehingga dapat memotivasi belajar, membangkitkan kreativitas, dan belajar berfikir tingkat tinggi.

Kondisi dilapangan pembelajaran IPA pada materi sistem peredaran darah selama ini hanya menggunakan media berupa gambar yang terbuat dari kertas dan penggunaannya dengan cara ditempelkan pada papan tulis.

Kelemahan media ini adalah mudah robek dan tulisan yang tertera pada gambar amatlah kecil, sehingga siswa mengalami kesulitan untuk membaca dari jarak jauh. Hal ini yang menyebabkan siswa cenderung tidak tertarik mengamati gambar, sehingga pembelajaran terkesan pasif dan akhirnya mempengaruhi prestasi belajar siswa.

Ketidaktertarikan siswa pada media dalam pembelajaran materi sistem peredaran darah dan rendahnya prestasi siswa inilah yang mendorong untuk melakukan penelitian kaji tindak (action research) sebagai alternatifnya adalah penggunaan media pembelajaran berupa audio visual.

Dimanfaatkannya media audio visual dalam pembelajaran IPA pada materi sistem peredaran darah dikarenakan keunggulan dari media audio visual. Keunggulan itu antara lain:

1) Dengan melihat gambar sekaligus mendengar suara akan lebih cepat mengerti tetang apa
yang dimaksud oleh guru, sehingga salah pengertian dapat dihindari secara efektif,

2) Memberikan dorongan dan motivasi serta membangkitkan keinginan untuk mengetahui dan menyelidiki sehingga menjurus pada pengertian yang lebih baik,

3) Apa yang diterima melalui media audio visual akan lebih lama terekam dalam ingatan,

4) Memudahkan siswa dalam mengamati dan menirukan langkah-langkah atau prosedur yang
harus dipelajari.

Demikian media audio visual yang akan digunakan dalam pembelajaran IPA pada materi sistem peredaran darah yaitu untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Hal ini mengingat usia siswa kelas lima sekolah dasar berkisar antara 10-11 tahun dengan karakteristik sudah dapat memahami operasi logis dengan bantuan benda konkrit.

Rasuki
PPG Dalam Jabatan Universitas PGRI Semarang

Read Previous

Membangkitkan Semangat Belajar Peserta Didik di Masa Covid-19 Melalui Media Video Pembelajaran

Read Next

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dalam Menganalisis Konversi Satuan Benda Melalui Model Problem Based Instruction Berbantuan Media Audio Visual