30 May 2024, 07:18

Pembayaran Bansos Tertahan Jika Tidak Setor Fee 12 Persen ke PPK Kemensos

Rekonstruksi kasus suap bantuan sosial di Kementerian Sosial

Rekonstruksi kasus suap bantuan sosial di Kementerian Sosial

daulat.co – Manager PT Pesona Berkah Gemilang, Muhammad Abdurrahman, mengaku pernah membahas tagihan PT Tiga Pilar Agro Utama dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso. Hal itu disampaikan Abdurrahman saat menemui Matheus di kawasan Cawang, Jakarta Timur.

“Saya sampai di Cawang itu awalnya saya nggak boleh masuk atas nama PT Pesona. Jadi (kemudian) saya bilang Tiga Pilar, asisten Pak Joko (antarkan) sampai  ke atas, ketemu Pak Joko,” ucap Abdurrahman saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara kasus dugaan korupsi bansos Covid-19, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (30/3/2021).

PT Pesona Berkah Gemilang diketahui merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan isi paket bantuan sosial (bansos) dari PT Tiga Pilar Agro Utama. Abdurrahman dalam pertemuan itu membicarakan soal tagihan PT Tiga Pilar Agro Utama. Pasalnya, tagihan dari PT Tiga Pilar Agro Utama selama kurang lebih satu bulan belum dibayarkan.

“Pak, saya mau tanya mengenai tagihan kenapa ko belum keluar, katanya cuma sebentar cuma 14 hari kerja. Tapi sudah lama sekali sudah satu bulan lebih kita belum dibayar Tiga Pilar ini,” kata Abdurrahman saat melakukan perbincangan dengan Joko.

Matheus Joko Santoso, kata Abdurrahman, saat itu menyampaikan bahwa PT Tiga Pilar Agro Utama harus menyelesaikan terlebih dahulu permintaannya. “Belum, harus selesai dulu, itu bahasanya,” ungkap Abdurrahman.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pesona Berkah Gemilang Sonawangsih mengaku mendapat informasi dari Abdurrahman kalau Matheus Joko Santoso belum menerima fee sebesar 12 persen. 

Permintaan itu disampaikan, saat Abdurrahman bertemu dengan Matheus Joko Santoso di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Selama fee sebesar 12 persen itu tidak diterima oleh Joko, kata Sonawangsih, maka tidak pembayaran paket pengadaan bansos akan tersendat.

“Jadi saat itu Pak Abdurrahman telah menghadap Joko dan Pak Ian, jadi dia menghadap ke kantor saya. ‘Bu yang dibilang Pak Ian, kata Pak Joko yang fee 12 persen belum terima sama sekali,” ungkap Sonawangsih.

“Selama uang itu tidak diterima pak Joko maka Tiga Pilar tidak dicairkan,” ditambahkan Sonawangsih.

Menurut Sonawangsih, dirinya tidak memerintahkan Abdurrahman meminta uang atau memberikan uang kepada Matheus Joko Santoso. Melainkan hanya menanyakan soal anggaran pengadaan paket bansos PT Tiga Pilar Utama yang belum dicairkan.

“Saya tidak menyuruh meminta uang atau mengantarkan uang,” ujar Sonawangsih.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Impor Jahe Dibahas Komisi IV DPR, BKP Kementan Akui ‘Puyeng’ Tangani PT Indopak Trading

Read Next

Dikeluhkan Berkali-kali, Pelaku Judi Togel di Ulujami Akhirnya Digelandang ke Polres Pemalang