16 January 2021, 09:13

Pelarian Penyuap Sekretaris MA Nurhadi Kandas, Langsung Dijebloskan Penyidik ke Rutan KPK

Gedung KPK

daulat.co – Buronan kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) Hiendra Soenjoto (HSO) akhirnya dibekuk penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) itu ditangkap di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar mengatakan, tim pada Rabu, 28 Oktober 2020 mendapat informasi soal keberadaan Hiendra di salah satu apartemen di kawasan BSD Tangerang, Banten. Hiendra terlihat masuk ke dalam lokasi apartemen sekitar pukul 15.30 WIB. Apartemen tersebut dihuni oleh teman Hiendra.

“Atas informasi tersebut penyidik KPK berkoordinasi dengan pihak pengelola apartemen dan petugas security mengintai dan menunggu kesempatan agar bisa masuk ke unit salah satu apartemen dimaksud,” ujar Lili, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2020).

Keesokan harinya sekitar pukul 08.00 WIB, ketika teman Hiendra ingin mengambil barang dimobilnya, tim langsung mengikutinya dan kemudian menangkap Hiendra. Bersama Hiendra, tim satgas turut mengamankan satu temannya dan dua kendaraan serta alat komunikasi yang dijadikan alat bantu selama pelarian.

“Dengan dilengkapi surat perintah penangkapan dan penggeledahan, penyidik KPK dengan disaksikan pengelola apartemen, petugas security apartemen dan polisi, langsung masuk dan menangkap Hiendra,” tutur Lili.

“Penyidik KPK membawa HS dan temannya ke kantor KPK. Tim KPK juga membawa 2 unit kendaraan yang diduga digunakan HS dalam pelarian selama ini, alat komunikasi, dan barang-barang pribadi milik HS untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ditambahkan Lili.

Kini, Hiendra harus mendekam di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur selama 20 hari. Sebelum dijebloskan ke dalam Rutan Pomdam Jaya Guntur, Hiendra terlebih dahulu melakukan isolasi di Rutan KPK kavling C1.

“Tersangka akan ditahan selama 20 hari sejak hari ini hingga 7 November 2020 di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur,” ucap Lili.

Diketahui, Hiendra ditetapkan sebagai buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak Februari 2020. Sejak ditetapkan sebagai buron, lembaga antirasuah mengklaim terus memburu Hiendra yang merupakan penyuap mantan Sekretaris MA Nurhadi.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Hiendra menjadi tersangka pemberi suap kepada mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi dan menantunya, Rezky Hebriyono. Ketiganya ditetapkan menjadi buronan sejak Februari 2020.

Nurhadi dan menantunya sudah ditangkap lebih dulu pada awal Juni 2020. Dalam surat dakwaan untuk Nurhadi, KPK menyebut Hiendra memberikan suap sebanyak Rp 45,7 miliar.

Hiendra diduga memberikan uang kepada Nurhadi untuk mengurus perkara antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara terkait gugatan perjanjian sewa menyewa depo container milik PT KBN seluas 57.330 meter persegi dan seluas 26.800 meter persegi di wilayah KBN Marunda, Jakarta Utara.

Hiendra diduga memberikan uang kepada Nurhadi untuk mengurus gugatan Azhar Umar. Azhar Umar menggugat Hiendra Soenjoto atas perbuatan melanggar hukum di antaranya terkait akta nomor 116 tanggal 25 Juni 2014 tentang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dan perubahan susunan Komisaris PT MIT ke PN Jakarta Pusat, dan berlanjut hingga tingkat kasasi.

Hiendra diduga memberikan uang supaya bisa menang dalam perkara itu.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Menlu Mike Pompeo Sebut Amerika Pendukung Kuat Kedaulatan Indonesia

Read Next

Menag: Presiden Prancis Telah Melukai Perasaan Umat Islam