27 May 2024, 12:54

Pelaku Pembunuhan Keji Ibu Mertua di Majalangu Didakwa Hukuman Mati

daulat.co – Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pemalang mendakwa Priska Dwi Saputra (29) melakukan pembunuhan berencana terhadap ibu mertuanya, Siti Rahayu.

Terdakwa Priska didakwa pasal berlapis, yakni Pasal Primer 340 tentang Pembunuhan Berencana, Subsider Pasal 339 KUHPidana. Terdakwa terancam hukuman pidana mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

Sidang perdana kasus dugaan pembunuhan di Dukuh Bungkus, Desa Majalangu, Kecamatan Watukumpul digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pemalang, Jl Pemuda No 59, Mulyoharjo, Pemalang, Rabu 15 Juli 2020.

Dalam dakwaan yang dibacakan tim jaksa, disebutkan jika dakwaan sudah sesuai dengan kronologi kejadian, bukti-bukti, saksi-saksi dan pengakuan korban.

“Bahwa Terdakwa PRISKA DWI SAPUTRA Alias BAJIL Bin KASNO, pada hari Sabtu tanggal 25 April 2020 sekitar Jam 22.00 Wib, atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2020, bertempat di rumah Korban SITI RAHAYU di Dukuh Bungkus Desa Majalangu Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Pemalang, “dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain”,” terang jaksa Fakhruroji.

Disebutkan jika perbuatan terdakwa nekad melakukan pembunuhan karena sakit hati terhadap korban. Sebab korban menginginkan terdakwa berpisah atau bercerai dari anaknya bernama Dwi Hartiani yang juga istri terdakwa.

Selain itu, terdakwa merasa kerap dihina dan tersakiti oleh sikap korban. Terdakwa selanjutnya menghilangkan nyawa korban dengan golok dan pipa besi saat korban sedang membuat susu. Jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dibuang dari atas Jembatan Kesesi Pekalongan.

“Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan dari pemeriksaan jenazah seorang perempuan umur 40 tahun, terdapat luka robek di leher depan sepanjang 25 cm dan dalamnya 5 cm, yang menyebabkan kematian karena putusnya dua pembuluh darah kanan dan kiri,” kata Fakhruroji merujuk kesimpulan dokter dari Puskesmas Kebandaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang.

Sekedar diketahui, mayat korban ditemukan oleh Tim SAR dan Satuan Reserse Kriminal Polres Pemalang di Sungai Keruh Bodeh pada Selasa, 28 April 2020 sore.

Saat itu, mayat korban ditemukan dalam karung dan penuh luka. Kerja keras tim membuahkan hasil setelah menelusuri sepanjang Sungai Keruh.

(Sumitro)

Read Previous

Program Ketahanan Pangan, Agus Sukoco Bertekad Hidupkan Kembali Food Estate

Read Next

Bukan Hanya 18 Lembaga, Emrus Dorong Instansi Manfaat Rendah Dibubarkan