16 May 2021, 22:17

PDAM Tirta Mulia Bicara Soal Launching AMDK di Semarang, Pipa Bocor Terus Sampai Anggaran

Slamet Effendi

daulat.co – Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mulia Pemalang, Slamet Effendi, mengungkapkan jika dirinya sejak diberikan kepercayaan memimpin perusahaan daerah plat merah bidang ‘perairan’ untuk keperluan masyarakat sudah berupaya memberikan pelayanan terbaik.

Kebocoran atau kerusakan pipa saluran milik PDAM Tirta Mulia yang dikritik masyarakat, karena menyebabkan pasokan air ‘ngadat’, menurutnya tidak bisa diprediksi jajarannya.

“Kita tidak bisa memprediksi pecahnya pipa, kita berupaya maksimal bekerja siang malam untuk melakukan perbaikan demi pelayanan berjalan dengan baik,” terang Slamet Effendi kepada daulat.co, Kamis 29 April 2021.

Ia mengungkapkan, pipa saluran air yang merupakan jalur pemasok air bagi kebutuhan masyarakat, rerata usianya sudah 30an tahun. Atas dasar alasan itulah, pipa sangat rentan dari terjadinya kerusakan.

PDAM Tirta Mulia Pemalang, lanjut Slamet Effendi, sudah mengagendakan dilakukannya perbaikan. Namun karena keterbatasan anggaran, perbaikan pipa saluran dilakukan secara bertahap.

“Pipa kita usianya sudah 30-an tahun, kita berupaya maksimal untuk bertahap kita ganti mengingat keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Anak buahnya dilapangan, disebutkan dia bekerja siang malam demi melayani pelanggan. Yakni memperbaiki pipa di Simbang yang belakangan dikeluhkan masyarakat karena kerusakan tersebut membuat pasokan air masyarakat terganggu.

Humas PDAM Pemalang, Pradanaditya Leroi, menambahkan soal launching air minum dalam kemasan (AMDK) di Semarang beberapa waktu lalu. Kata dia, peluncuran produk AMDK diadakan di Semarang karena terkait regulasi Peraturan Bupati (Perbup) dan Peraturan Walikota (Perwali) tentang pandemi Covid-19.

Dimana pengumpulan orang maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan atau maksimal 100 orang. Launching juga sebagai ajang promosi kepada PDAM yang ada di Jawa Tengah. Dengan harapan produk PDAM Pemalang dapat menguasai pangsa pasar yang lebih luas.

“Alhamdulillaah, dari acara launcing kemarin mendapat respon positif dari temen-temen PDAM se-Jawa Tengah”. Kata Leroi.

Ia menyatakan, banyak PDAM yang ingin bekerjasama dengan PDAM Pemalang terkait pemasaran AMDK. Baik dengan merk Ajibpol maupun sistem maklun. Sistem maklun merupakan bentuk kerjasama hanya penjualan air tanpa merk.

“Salah satunya dari PDAM Ungaran yang sudah siap bekerjasama dengan PDAM Ungaran dalam Sistem Maklun,” jelasnya.

Soal aplikasi SiTirta, Leroi juga mengklarifikasi kritik yang dilontarkan HaMu Fauzi. Kata Leroi, aplikasi yang dikeluarkan PDAM Pemalang merupakan aplikasi yang dibuat perusahaannya dengan melibatkan tim IT internal

“Kalo dibilang membeli aplikasi, itu salah. Kami membuatnya sendiri dengan tim IT PDAM Pemalang. Bahkan banyak PDAM daerah lain yang bekerjasama dengan kami terkait pemakaian aplikasi ini,” ucapnya.

“Dulu pernah ada yang meliput tentang PDAM Pemalang kerjasama dengan PDAM Surakarta untuk menerapkan aplikasi. Sebenarnya PDAM Surakarta yang bekerjasama dengan PDAM Tirta Mulia Pemalang untuk menerapkan aplikasi kita. Bisa dilihat di Play Store aplikasi Si Tirta itu murni buatan dari kita PDAM Tirta Mulia Pemalang,” sambungnya.

(Rizqon Arifiyandi/Abimanyu)

Read Previous

Begini Tanggapan PDAM Tirta Mulia Pemalang Soal Pipa Bocor

Read Next

Ketua DPR Ajak Generasi Muda Lirik Sektor Pertanian