24 June 2024, 23:04

Pasca OTT Suap Hakim Agung, Eks Jaksa KPK Bertemu Sekertaris MA Hasbi Hasan

daulat.co – Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Hasbi Hasan sempat melakukan pertemuan dengan mantan Jaksa yang pernah bertugas di KPK, Dody W Leonard Silalahi. Pertemuan itu terjadi pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Hakim Agung Sudrajad Dimyati pada Rabu, 21 September 2022 lalu.

Penyidik KPK mendalami ihwal pertemuan tersebut saat memeriksa Dody pada Kamis (8/6/2023). Selain Dody, Hasbi juga bertemu beberapa pihak lainnya. Diduga pertemuan Dody dan Hasbi itu membahas mengenai perkara yang sedang ditangani KPK.

“Penjelasan tentang pertemuan HH dengan saksi Dody Leonard S serta beberapa pihak lainnya pasca OTT MA oleh KPK,” ucap Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, Jumat (9/6/2023).

Selain Dody, penyidik KPK juga memeriksa pegawai MA yang juga merupakan staf Sekretaris MA Hasbi Hasan, Tri Mulyani. Selainn memeriksa, penyidik KPK menyita sejumlah dokumen dari Tri Mulyani.

“Dilakukan penyitaan dokumen dari yang bersangkutan. Juga penjelasan tentang surat penugasan dinas tersangka HH di beberapa tempat,” ucap Ali.

Diketahui, KPK telah menetapkan Hasbi Hasan dan eks Komisaris Independen PT Wika Beton Dadan Tri Yudianto sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara di MA. Hasbi dan Dadan diduga menerima uang suap dari Debitur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana, Heryanto Tanaka dengan total Rp 11,2 miliar.

Untuk pengurusan perkara di MA ini, Heryanto Tanaka menyerahkan uang sebanyak tujuh kali dengan total Rp 11,2 miliar kepada Dadan. Dalam pengurusan perkara di MA, Dadan diduga sebagai perantara atau penghubung. Adapun sebagian uang tersebut diduga diberikan oleh Dadan kepada Hasbi.

Suap itu bertujuan agar Ketua Umum KSP Intidana periode 2015-2018 Budiman Gandi Suparman divonis bersalah pada tingkat kasasi di MA. Budiman sebelumnya dipidanakan dengan dugaan pasal pemalsuan surat. Pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Budiman dijatuhi vonis bebas.

Jaksa kemudian mengajukan kasasi. Di pengadilan tingkat kasasi, MA menyatakan Budiman bersalah dan menjatuhkan vonis lima tahun penjara. Hakim agung Gazalba Saleh masuk ke dalam tim majelis hakim yang memeriksa perkara tersebut.

Atas perbuatannya, Dadan dan Hasbi dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Hasbi dan Dadan merupakan tersangka baru kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA. Sebelumnya, KPK telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka. Salah satunya Hakim agung Gazalba Saleh yang perkara dugaan suap yang menjeratnya masih dalam tahap penuntutan dan persidangan di PN Tipikor Bandung.

Pasca kasus suap ini bergulir, MA menganulir putusan kasasi yang menghukum Budiman. Dalam Peninjauan Kembali (PK), MA menyatakan Budiman tidak bersalah dan membebaskan yang bersangkutan dari dakwaan jaksa penuntut umum dalam Pasal 266 ayat 1 dan 2 KUHP serta Pasal 263 ayat 2 KUHP. Perkara nomor: 127 PK/PID/2022 ini diadili oleh ketua majelis Suhadi dengan hakim anggota Suharto dan Soesilo.

Dadan telah dijebloskan oleh penyidik KPK ke Rutan KPK. Sementara Hasbi Hasan masih melenggang bebas.

(Rangga)

Read Previous

Komisi XI Minta OJK Jalankan Fungsi Akselerasi Digitalisasi Tangani Kebocoran Data BSI

Read Next

Tumbuhkan Jiwa Mandiri Siswa Dalam Berwirausaha, SMPN 3 Comal Gelar Ubi Expo