26 May 2024, 01:52

Pandemi Corona Tak Berkesudahan, Mujib Rohmat Khawatir Zona Merah KBM di Cilegon

Pengabdian Masyarakat UMM di salah satu sekolah

Pengabdian Masyarakat UMM di salah satu sekolah

daulat.co – Anggota Komisi X DPR RI Mujib Rohmat mengatakan efek pandemi Covid-19 kepada dunia pendidikan sangat dalam. Proses pembelajaran tatap muka sejak awal tahun 2020 hingga saat ini, masih belum dibolehkan.

Tercatat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai upaya untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 sejak akhir Maret 2020. Tidak seluruhnya siap, namun kebijakan ini dipatuhi institusi pendidikan di pelosok negeri.

“Pendidikan itu dalam rangka dua hal pertama dalam pembentukan karakter, akhlak dan sebagainya,” kata Mujib saat memimpin pertemuan tim kunpek Komisi X DPR RI dengan stakeholder bidang pendidikan Kota Cilegon baru-baru ini.

“Kemudian pendidikan dan pengetahuan. Mungkin ilmu relatif bisa diperoleh melalui daring. Tetapi bagaimana pembentukan etika, pembentukan akhlak, keteladanan, itu hilang semua dengan pendidikan yang pakai jarak jauh itu. Nah ini yang menjadi masalah,” sambungnya.

Ditambahkan, banyak orang tua yang kebingungan karena harus mendampingi anaknya mengikuti PJJ. Orang tuanya belum tentu mengerti, bagaimana ia bisa mendampingi anaknya sedangkan dia tidak punya pengalaman mendidik.

“Belum lagi kalau kedua orang tuanya masih aktif bekerja. Inikan jadi permasalahan tersendiri,” ucap Mujib.

Mengenai bantuan kuota internet kepada tenaga pendidik dan siswa sekolah, Mujib mengakui sangat membantu. Namun aksesnya, termasuk di Cilegon masih banyak yang bermasalah. Hal ini dikarenakan ada beberapa daerah, infrastruktur telekomunikasinya belum memadai.

Padahal, lanjut politisi Golkar itu, Cilegon secara geografis terletak di Pulau Jawa. Ia mempertanyakan bagaimana proses kegiatan belajar-mengajar di Sumatera, Kalimantan serta di Indonesia Timur sana.

“Saya belum berani mengatakan kapan pendidikan dengan sistem tatap muka. Karena zona di kota Cilegon ini ternyata masih merah dan belum mengarah ke orange, bahkan ada kemungkinan mengarah ke hitam,” kata Mujib.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Ismatullah mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat banyak kecuali patuh pada aturan yang ditetapkan pemerintah, meskipun di satu sisi PJJ telah menghilangkan rasa keramahtamahan di dunia pendidikan.

“Kami tidak bisa berbuat banyak, kami patuh pada aturan, kami menerapkan prokes, meskipun kami sadari pembelajaran metode daring memiliki kelemahan, dimana interaksi antara manusia dengan manusia dihilangkan,” ucapnya.

(Sumitro)

Read Previous

Kemenkominfo Diminta Prioritaskan Pembangunan BTS di Daerah Perbatasan

Read Next

Komisi X DPR Minta Kemendikbud Perhatikan Program Pendidikan di Batang