29 May 2024, 12:54

Pandemi Butuh Rancangan Kebijakan Yang Tepat Demi Keselamatan Rakyat

daulat.co – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan pandemi covid yang menimbulkan krisis di bidang kesehatan, berkorelasi dengan kontraksi ekonomi. Selain itu, penanganan pandemi dengan cara vaksinasi terus ditingkatkan dalam situasi hampir seluruh negara menghadapi gelombang ketiga dengan varian baru covid yang berbeda dan lebih berbahaya.

Hal itu disampaikan Menkeu saat menjadi pembicara pada Sesi Diskusi Panel Webinar “Emerging Challenges for the Post Covid Era: Addressing Opportunity, Inequality and Growth yang diselenggarakan Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab Southeast Asia (J-PAL SEA) secara daring, Jakarta, Rabu (30/06/2021).

“Sekarang situasinya tentu saja untuk semua negara, ekonomi akan berkontraksi, pemulihan akan tergantung pada bagaimana Anda akan mengatasi masalah ini, dan bagaimana merancang kebijakan agar dapat melindungi rakyat dari masalah kesehatan ini. Keselamatan rakyat sangat penting dan pemulihan ekonomi serta memastikan sistem keuangan juga akan terus stabil, makroekonomi, fiskal akan terus berkelanjutan dan sehat, juga tidak kalah penting,” jelas Menkeu.

Masalah pandemi sama seperti perubahan iklim yaitu masalah global sehingga tidak dapat diatasi sendiri, kecuali semua negara akan memiliki akses vaksinasi. Indonesia termasuk negara yang bergerak sangat cepat dalam proses pengadaan vaksin dan mengerahkan sumber daya untuk mempercepat program vaksinasi.

“Beberapa negara benar-benar ingin memesan tetapi tidak memiliki ruang fiskal dan sumber daya. Secara global, kami membahas di G20 ada inisiatif untuk menemukan dan mengamankan pasokan vaksin dalam mendukung terutama untuk negara berpenghasilan rendah,” ungkap Menkeu.

Hingga saat ini, Indonesia telah melaksanakan program vaksinasi untuk sekitar 41 juta penduduk dan Presiden menginginkan untuk dapat ditingkatkan menjadi dua juta penduduk per hari mendapatkan vaksinasi. Semua negara sekarang menghadapi situasi adanya varian baru yang lebih berbahaya dan menjadi tugas yang sangat sangat menantang bagi semua negara di dunia

“Jadi kami mencoba melakukan bagian kami sebagai anggota, juga untuk Presidensi Indonesia di G20 tahun depan. Kami
berharap dapat membantu memecahkan masalah bersama secara global,” tutup Menkeu.

Muh Nurrohman

Read Previous

Kemenag Gelar Pelatihan 30 Pengawas Jaminan Produk Halal

Read Next

Kepada Kadin, Jokowi: Kejar Target 22 Juta Vaksinasi Gotong Royong