1 December 2021, 09:45

Orang Kepercayaan Bos Panin Mu’min Ali Gunawan Akui 3 Kali Temui Pemeriksa Pajak

Panin Bank

Panin Bank

daulat.co – Mantan Komisaris PT Panin Investment, Veronika Lindawati mengaku tiga kali menemui Tim Pemeriksa Pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Tiga kali pertemuan di kantor DJP itu terjadi pada bulan Juni 2018.

Veronika mengakui tiga kali pertemuan itu saat bersaksi dalam sidang lanjutan dua mantan Direktorat Jenderal Pajak, Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdhani yang didakwa menerima suap terkait pengurusan pajak sejumlah perusahaan. Dari tiga kali pertemuan itu, kewajiban pajak Bank Panin turun begitu signifikan, dari sekira Rp 900 Miliar menjadi Rp 300 Miliar.

“Iya (tiga kali pertemuan sepanjang bulan Juni 2018,” kata Veronika saat bersaksi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (16/11/2021).

Pada pertemuan pertama Veronika sempat ditolak tim pemeriksa lantaran tak mempunyai surat kuasa. Surat kuasa pengurusan pajak untuk Veronika kemudian diterbitkan Direktur Administrasi dan Keuangan PT Bank Panin, Ahmad Hidayat pada 8 Juni. Selang beberapa hari dari penerbitan surat kuasa itu, Veronika kembali menyambangi kantor DJP dan bertemu dengan empat orang pemeriksa pajak.

“(Pertemuan) kedua seingat saya bulan Juni juga. (Pertemuan kedua) kurang dari seminggu (setelah terima surat kuasa),” ujar Veronika.

Pada pertemuan ketiga, Veronika bertemu Febrian dan Yulmanizar selaku anggota tim pemeriksa pajak DJP. Veronika mengklaim sepanjang pertemuan itu dirinya tak menerima informasi angka atas pemeriksaan pajak Bank Panin.

Veronika juga mengaku tak membawa dokumen apapun saat bertemu tim pemeriksa pajak. Merespon pernyataan itu, jaksa kemudian mencecar Veronika. Jaksa merasa janggal sebab Veronika bertemu dengan tim pemeriksa pajak tanpa membawa sesuatu.

“Ibu tidak bawa data, powernya apa, ini pertanyaannya. Ibu punya power apa, (karena) tidak bawa data,” ungkap jaksa.

Kendati demikian, Veronika yang juga telah berstatus tersangka KPK ini tetap dengan keterangannya bahwa dirinyaa tidak membawa data. “Tidak bawa apa-apa,” imbuh Veronika.

Lebih lanjut dikatakan jaksa, Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) diterbitkan pada 23 Juli 2018. Menurut jaksa, tiga kali pertemuan Veronika itu terjadi sebelum SPHP diterbitkan. Disebutkan, angka dalam SPHP itu sekira Rp 300 Miliar.

“Yang mulia, SPHP itu tanggal 23 Juli, jadi sebelum SPHP (terbit) ibu Veronika ini sudah datang 3 kali,” ungkap jaksa.

Dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri juga sempat curiga pertemuan Veronika dengan Tim Pemeriksa Pajak berhasil menurunkan nilai kewajiban pajak Bank Panin tahun 2016. Terlebih, Kepala Biro Administrasi Keuangan Bank Panin, Marlina Gunawan menyebut jika pihaknya menerima pemberitahuan SPHP namun semacam tak resmi pada Mei 2018.

“Bulan Mei 2018 kami, tim saya itu menerima pra SPHP tapi ngga resmi, artinya tidak ada kop kementerian keuangan dan tidak ada tanda tangan. Itu jumlahnya sekitar Rp 980 miliar,” kata Marlina.

Marlina berdalih pihaknya kesulitan mendapatkan klarifikasi dari tim pemeriksa pajak terkait pra SPHP tersebut. Alhasil, dia meminta Veronika turun tangan. Salah satu alasan Veronika ditunjuk menjadi kuasa pengurusan pajak lantaran orang kepercayaan Bos Bank Panin Mu’min Ali Gunawan itu memiliki banyak relasi di Ditjen Pajak.

Kembali ke Veronika, dia menepis ‘kesaktian’ atas penurunan nilai pajak itu lantaran ada pemberian fee. “Jadi saudara tetap membantah telah memberikan uang kepada Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak (tim pemeriksa pajak) SGD 500 ribu (atau setara Rp 5 miliar)?,” cecar hakim Fahzal.

“Ya betul tidak memberi uang,” kata Veronika berkilah.

“Ya sudah nanti dibuktikan di yang lain, dia ditanya terus enggak mau,” kata hakim Fahzal menimpali.

Dua mantan pejabat DJP, Angin Prayitno dan Dadan Ramdani sebelumnya didakwa menerima suap Rp 57 Miliar untuk merekayasa kewajiban pajak sejumlah pihak.

Diduga suap tersebut diterima keduanya dari tiga pihak, pertama, konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP), Aulia Imran dan Ryan Ahmad. Kedua, dari kuasa Bank Pan Indonesia (Panin), Veronika Lindawati serta ketiga dari konsultan pajak PT Jhonlin Baratama, Agus Susetyo.

Dalam surat dakwaan, Angin Prayitno dan Dadan Ramdhani disebut telah menerima fee sebesar Rp 5 miliar dari Rp 25 miliar yang dijanjikan pihak Bank Panin. Suap itu untuk mengurangi nilai wajib pajak senilai Rp 926.263.445.392. Veronika Lindawati disebut menyerahkan uang kepada Angin Prayitno Aji melalui Wawan Ridwan sebesar SGD 500 ribu atau setara Rp 5 Miliar dari komitmen fee Rp 25 Miliar.

Masih dalam surat dakwaan Angin dan Dadan, Veronika disebut sebagai orang kepercayaan Mu’min Ali Gunawan. Dalam persidangan sebelumnya, Veronika disebut mengaku kepada tim pemeriksa pajak sebagai utusan Mu’min Ali saat pertemuan di Kantor Ditjen Pajak.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Dirut Bank Panin Beberkan Kaitan Mu’min Ali Gunawan dengan Penyuap Dua Pejabat Pajak

Read Next

Jadi Tersangka, Bupati Hulu Sungai Utara Dijebloskan ke Bui