24 May 2024, 01:27

Negatif Covid-19, Bupati Banggai Laut Dijebloskan ke Rutan Polda Metro Jaya

Rutan Polda Metro Jaya

daulat.co – Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo; orang kepercayaan Wenny, Recky Suhartono Godima; dan Direktur PT Raja Muda Indonesia, Hengky Thiono akhirnya tiba di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu 5 Desember 2020.

Ketiga tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Banggai Laut tahun anggaran 2020 itu diboyong ke Jakarta setelah hasil tes cepat atau rapid test terbaru atau hari ini dinyatakan negatif Covid-19.

“Oleh karena itu hari ini ketiga orang tsk tsb dibawa tim KPK menuju Gedung Merah Putih KPK dan telah tiba pada sekitar pukul 15.15 wib,” ujar Plt Jubir KPK, Ali Fikri.

Ketiga tersangka itu sebelumnya ditangkap Tim Satgas KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (3/12/2020) kemarin. Namun, sesaat sebelum diboyong ke Jakarta hasil rapid test dinyatakan reaktif.

Lantaran telah berstatus tersangka dan dinyatakan reaktif itu, lembaga antikorupsi memutuskan menitipkan penahanan dan isolasi ketiganya di Rutan Polres Banggai.

“Dari hasil rapid test, tsk WB, RSG dan HTO reaktif covid 19 sehingga setelah tangkap tangan tidak bisa dibawa ke Jakarta dan kemudian dilakukan isolasi di Rutan Polres Banggai,” ucap Ali.

Kini penahanan mereka dilakukan di Jakarta untuk 20 hari pertama di rutan terpisah. Wenny Bukamo dan Recky Suhartono Godima ditahan Rutan Polda Metro Jaya. Sementara Hengky Thiono ditahan di Rutan Polres Jakarta pusat.

“WB dan RSG di Rutan Polda Metro Jaya. HTO di Rutan Polres Jakarta pusat,” turur Ali.

Diketahui, KPK telah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di lingkungan Pemkab Banggai Laut tahun 2020. Keenam tersangka itu yakni; Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo; Recky Suhartono Godiman, orang kepercayaan Wenny sekaligus Komisaris Utama PT Alfa Berdikari  Group; Hengky Thiono.

Selanjutnya Direktur PT Raja Muda Indonesia; Hedy Thiono, Komisaris PT Bangun Bangkep Persada; Djufri  Katili, Direktur PT Antarnusa Karyatama Mandiri; serta Andreas Hongkiriwang, Direktur PT Andronika Putra Delta.

Penetapan tersangka itu dilakukan pihaknya melalui gelar perkara setelah memeriksa 16 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Banggai Laut, Luwuk dan Jakarta pada Kamis (3/12/2020).

Diduga Wenny melalui Recky dan Hengky Thiono telah menerima suap setidaknya sebesar Rp 1 miliar dari sejumlah rekanan Pemkab Banggai Laut. Diduga pemberian uang itu merupakan bagian dari commitment fee agar sejumlah kontraktor mendapatkan proyek pada dinas PUPR di Kabupaten Banggai Laut tahun anggaran 2020.

Wenny diduga menerima suap sebesar Rp 200 juta hingga Rp 500 juga dari sejumlah kontraktor, termasuk Hedy Thiono, Djufri  Katili, dan Andreas Hongkiriwang. Penerimaan uang itu atas pengkondisian pelelangan sejumlah paket pekerjaan di Dinas PUPR.

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Wenny, Recky dan Hengky dijerat dengan Disangkakan  melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Hedy Thiono, Djufri  Katili, dan Andreas Hongkiriwang yang diduga pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain mengamankan 16 orang, KPK dalam operasi tangkap tangan ini mengamankan sejumlah barang. Diantaranya uang senilai sekitar Rp 2 miliar yang dikemas dalam kardus, buku tabungan, bonggol cek, dan beberapa dokumen proyek.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Efektifitas Media Video Dalam Proses Pembelajaran Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa

Read Next

Membangkitkan Semangat Belajar Peserta Didik di Masa Covid-19 Melalui Media Video Pembelajaran