19 June 2024, 16:54

Nazaruddin Dapat Potongan Hukuman 49 Bulan

daulat.co – Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Nazaruddin bebas lantaran mendapatkan program Cuti Menjelang Bebas (CMB).

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Jawa Barat Abdul Aris mengatakan, Nazaruddin menerima potongan hukuman atau remisi selama masa pembinaan. Tercatat, Nazaruddin memang beberapa kali menerima remisi, seperti saat hari raya Idul Fitri dan 17 Agustus.

“(Nazaruddin) menerima remisi 49 bulan,” ucap Aris dalam keterangannya, Rabu (17/6/2020).

Diketahui, Nazaruddin mulai ditahan pada 2011. Hukuman Nazaruddin dalam dua kasua total 13 tahun. Sejatinya Nazar bebas pada 2024 jika tidak mendapat remisi. Menurut Aris, prmbebasan Nazaruddin sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Kegiatan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : PAS-738.PK.01.04.06 Tahun 2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang Cuti Menjelang Bebas (CMB) atas nama Muhamad Nazaruddin Bin Latief,” ujar dia.

Adapun terkait program CMB Nazaruddin, kata Aris, mulai berlaku pada 14 Juni 2020 kemarin. Dengan program itu, Nazarruddin sejatinya bebas murni pada 13 Agustus 2020.

“Pengajuan CMB Nazaruddin berlaku sejak tanggal 14 Juni 2020 dan berakhir pada tanggal 13 Agustus 2020,” tutur Aris.

Dikatajan Aris, Nazaruddin selama masa CMB akan mendapatkan pengawasan dan bimbingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Bandung sesuai dengan domisili penjaminnya.

Dijelaskan Aris, pada Jumat, 12 Juni 2020, pukul 08.50 WIB Nazaruddin melaksanakan penghadapan dan serah terima pelaksanaan CMB dengan didampingi Kasi Bimkemas dan petugas Bimkemas menuju Badan Pemasyarakatan (Bapas) Bandung.

Nazaruddin tiba di Bapas Bandung sekitar pukul 09.15 WIB dan langsung menuju Bagian Bimbingan Klien Dewasa dengan PK Bapas atas nama Budiana untuk di data atau register, selanjutnya serah terima dengan pihak Bapas Bandung. Sekitar pukul 10.15 WIB, kegiatan pembimbingan awal warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Bapas Bandung selesai.

Selanjutnya WBP menjalani CMB dengan pengawasan dan pembimbingan dari Bapas Bandung. Pukul 10.40 WIB Nazaruddin beserta dua orang pengawal tiba kembali di Lapas Sukamiskin.

“Pada hari Minggu, 14 Juni 2020, Pukul 07.45 WIB dikeluarkan satu orang WBP atas nama M Nazaruddin untuk melaksanakan Cuti Menjelang Bebas,” tandas Aris.

Nazaruddin diketahui divonis dalam dua kasus korupsi berbeda. Dari dua kasus berbeda itu, total masa hukuman Nazaruddin adalah 13 tahun penjara.

Adapun vonis pertama, mantan anggota DPR itu pada 20 April 2012 divonis 4 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp 200 juta oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Saar itu, Nazaruddin dinilai terbukti menerima suap sebesar Rp 4,6 miliar yang diserahkan mantan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (DGI) Mohammad El Idris kepada dua pejabat bagian keuangan Grup Permai, Yulianis dan Oktarina Fury.

Nazaruddin selain itu juga dinilai memiliki andil membuat PT DGI, yang kini berubah nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring untuk memenangkan lelang proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 dan Gedung Serba Guna Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Kemudian Mahkamah Agung memperberat hukuman Nazaruddin, dari 4 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp 200 juta menjadi 7 tahun penjara dan Rp 300 juta.

Saat menjalani masa hukuman tersebut, Nazaruddin kembali divonis pada 15 Juni 2016 atas kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang. Nazaruddin divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan penjara.

Terkait perkara itu, Nazaruddin terbukti menerima gratifikasi dari PT DGI dan PT Nindya Karya untuk sejumlah proyek di bidang pendidikan dan kesehatan, yang jumlahnya mencapai Rp 40,37 miliar. Dari uang tersebut, Bos Permai Grup itu salah satunya membeli saham PT Garuda Indonesia sekitar tahun 2011, menggunakan anak perusahaan Permai Grup.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Mahkamah Agung Anggap Eks Dirut PLN Sofyan Basir Pantas Dibebaskan

Read Next

Jaksa Yakin Korupsi Preskom TRAM Heru Hidayat Mengalir untuk Judi Kasino