25 June 2024, 00:02

Nadiem Makarim Dinilai Pengamat Tidak Pas Jika Menjadi Menteri Pendidikan

daulat.co – Analis Politik Indostrategi Arif Nurul Iman menanggapi beredarnya kabar yang menyebutkan Pendiri Gojek Indonesia menjadi Menteri Pendidikan pada Kabinet Kerja Jilid II. Kata dia, jika benar kabar tersebut maka penempatan menteri pada kabinet tidak sesuai atau tidak tepat.

“Saya kira untuk kursi yang disebutkan terakhir, Nadiem bukan pakemnya. buka apa-apa, dia kan basic-nya pengusaha,” kata Arif kepada wartawan, Selasa 22 Oktober 2019.

Ia mengakui, sejak semalam isu penempatan Nadiem mengemuka di beberapa kementerian. Misalnya disebutkan Nadiem akan menempati pos MenPANRB, Menkominfo hingga kementerian baru yaitu kementerian yang membidangi ekonomi digital.

Dari semua kabar yang beredar ditekankan Arif masih perlu pembuktian lebih lanjut. Pembuktian sahihnya pada Rabu 23 Oktober 2019 pagi, sebagaimana dijadwalkan pihak Istana Presiden yang akan mengumumkan jajaran Kabinet Kerja Jilid II.

Arif lantas menyinggung jika calon menteri dengan latar belakang pengusaha, maka hitung-hitungannya adalah bagaimana mengelola sesuatu yang menghasilkan atau ada keuntungan. Bahwa Nadiem mempunyai success story pada bisnis transportasi, namun perlu dipertegas dengan kesejahteraan mitranya. Bidang itu juga disebutnya sangat berbeda dengan bidang pendidikan.

“Itu tentu tidak pas jika ditempatkan di kementerian yang menangani pendidikan,” kata dia.

Ditambahkan Arif, yang perlu dilihat dan diketahui adalah bahwa membangun sumber daya manusia tidak sekedar injeksi pengetahuan tapi juga membangun karakter. Hal ini menurutnya menjadi titik krusial bagi menteri pendidikan ke depan.

“Dia bukan hanya profesional, tapi juga harus memahami dunia pendidikan. menteri yang kemarin menjabat, Muhadjir, saya kita masih sangat layak meneruskan di periode kedua,” pungkasnya. (Sumitro)

Read Previous

Dipanggil Jokowi, Juliari: Presiden Bahas Soal Kemiskinan

Read Next

Agus Gumiwang Diminta Jokowi Urusi Sektor Perindustrian