22 January 2022, 16:06

Musda Demokrat NTT Sejalan Dengan “Semangat” AHY Membesarkan Partai

Partai Demokrat

Partai Demokrat

daulat.co – Pengamat politik Dr Urbanus Hurek mengatakan bahwa munculnya intrik ditubuh internal partai politik adalah sebuah keniscayaan. Namun setiap kader hendaknya mempunyai kedewasaan mensikapi munculnya dinamika yang ada.

“Dalam kontestasi politik internal ini, wajar jika tensi meninggi dan muncul sejumlah ketidakpuasan. Wajar orang kecewa ketika harapannya tidak terpenuhi,” jelas Dr Urbanus, Selasa 4 Januari 2022.

Ia menekankan demikian sejalan dengan munculnya dinamika yang terjadi di DPD Partai Demokrat NTT paska terpilihnya Leonardus Lelo yang mengalahkan Jefri Riwu Kore dalam Musda DPD Demokrat NTT Oktober 2021 lalu.

“Tapi saya kira para pengurus, kader dan simpatisan Demokrat cukup dewasa untuk menyikapinya. Apalagi saya dapat informasi prosesnya cukup demokratis dan terbuka. Ada Musda, serta ada Fit and Proper Test sebelum pengambilan keputusan,” ujar Urbanus.

Wakil Dekan FISIP Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang itu mengingatkan, mekanisme seperti ini tidak selalu terjadi di parpol-parpol yang lain. Ada parpol-parpol yang Ketua DPD-nya langsung ditunjuk atau diberhentikan oleh Ketum tanpa mekanisme Musda apalagi Fit and Proper Test.

“Ada juga yang sikut-sikutan dengan politik uang atau saling mengadukan ke penegak hukum,” paparnya.

Urbanus menilai, proses pemilihan Ketua DPD NTT sudah mengikuti asas-asas demokrasi, serta AD/ART maupun aturan-aturan organisasi dalam Partai Demokrat. Hal itu seperti yang selama ini ditekankan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketum Demokrat yang  selalu bertindak cermat dan terukur.

“Lihat saja bagaimana ia (AHY) selalu berbicara dengan teratur, jelas dan terstruktur, mencerminkan pola pikir yang tertib dan rapih, bukan tipikal pribadi yang main tabrak aturan,” ucapnya.

Diungkapkan, elektabilitas AHY yang terus naik dalam dua tahun belakangan menunjukkan publik suka dan percaya pada AHY. Keberhasilan AHY membawa Demokrat keluar dari krisis akibat upaya kudeta oleh pihak eksternal partai menunjukkan kepemimpinannya efektif, solid dan dapat diterima para kader.

Pengamat politik muda ini menyatakan bahwa dari tahun 2014 ke 2019 ada penurunan perolehan suara maupun kursi Demokrat di NTT, jadi Demokrat NTT harus segera rekonsiliasi dan meneruskan kerja-kerja politik Jeriko, Ketua DPD sebelumnya.

“Ada Pak Benny K. Harman di DPR pusat, ada Pak Jefri Riwu Kore (Jeriko) sebagai Walikota Kupang, belum lagi para anggota dewan provinsi dan kabupaten/ kota yang proaktif memperjuangkan harapan rakyat NTT,” kata Dr Urbanus,

Semua itu merupakan modal yang baik untuk terus membesarkan Partai Demokrat sebagai partai yang nasionalis – religius sekaligus memperjuangkan harapan rakyat NTT. Kecewa menurutnya boleh saja, namun hendaknya tidak berlarut-larut.

“Sayang kalau energi dan sumber daya partai ini tersedot pada kekecewaan yang dibawa berlarut-larut. Partai Demokrat punya slogan yang bagus ‘Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit.’ Saya kira slogan itu sangat relevan diaplikasikan pada saat ini,” sarannya.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Keputusan AHY Terbaik Untuk Demokrat NTT, Lelo Ajak Kader Hormati Keputusan DPP

Read Next

Sangat Nyata! Setan Pocong Muncul di Bumirejo Pemalang