3 March 2021, 04:00

Muhammad Khadafi Tekankan Pentingnya Kolaborasi Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Kadafi - dok DPR

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Kadafi – dok DPR

daulat.co – Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Kadafi mengatakan, banyak negara memiliki pendidikan yang maju karena mereka memiliki karakter bangsa. Ia mendorong berbagai pihak untuk tidak berpikir bahwa Indonesia tertinggal dan kalah bukan mengubah konsep belajar yang telah ada. Sehingga, yang menjadi tugas bersama adalah bagaimana pendidikan di Indonesia dapat merata.

“Ini menjadi catatan besar. Jadi peta jalan itu sebenarnya peta jalannya proses pendidikan di Indonesia itu sudah cukup bagus, tinggal mendorong agar kualitas pendidikan di Indonesia itu bisa merata,” kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR RI, Kamis 21 Januari 2021.

RDPU dihadiri Mardiatmadja SJ (Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara), Susaningtyas Nevo Handayani Kertopati (Pengamat Pertahanan), Agus Sunyoto (Budayawan), Mohammad Sobari (Budayawan), dan PB AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara).

Rapat sendiri membahas mengenai Konsep Peta Jalan Pendidikan dalam Perspektif Filsafat, Geopolitik-Hankam, dan Kebudayaan yang akan dibentuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud).

“Dengan adanya perkembangan teknologi yang bisa mendorong percepatan, lompatan yang diinginkan Pak Menteri, bukan merubah konsep belajar kita yang akhirnya kita kehilangan jati diri kita,” terang Kadafi.

Menurutnya, berbagai kelebihan yang dimiliki Indonesia menjadi suatu kekuatan, bukan malah berpikir selalu kalah dibandingkan negara-negara lain. Hal yang perlu dilakukan adalah mendorong pemerataan pendidikan seperti dengan mendorong berbagai wilayah di terluar, terdepan dan tertinggal (3T).

Yakni agar daerah bisa memiliki akses untuk pendidikan dengan teknologi yang memadai dan mengesampingkan gap, sehingga muncul suasana bersaing yang mengedepankan kolaborasi guna meningkatkan proses pendidikan.

“Kita dorong bagaimana wilayah-wilayah 3T bisa memiliki akses untuk pendidikan. Kemudian juga kita dorong dengan teknologi ini hampir seluruh Indonesia memiliki kualitas yang sama. Nah, gap ini yang mulai harus kita buka sekarang,” jelas Khadafi.

“Makanya, ini yang harus kita dorong bahwa gap, kita itu jangan saling bersaing, menutupi diri dan tidak memberikan akses. Kita bersaing, ayo kita melakukan kolaborasi untuk meningkatkan proses pendidikan, kualitas pendidikan di Indonesia,” sambungnya.

(M Nurrohman)

Read Previous

Calon Dewas BPJS Kesehatan & Dewas Ketenagakerjaan Harus Punya Terobosan Strategis

Read Next

Ace Hasan Harapkan Kontribusi UIII Bagi Islam Indonesia Untuk Dunia