20 May 2024, 22:40

Muhaimin Iskandar Dorong Pemerintah Antisipasi Problem Sosial Ekonomi Paska Kepulangan Ribuan TKI

Ketua Timwas Penanggulangan Bencana DPR RI Muhaimin Iskandar (dok DPR)

Ketua Timwas Penanggulangan Bencana DPR RI Muhaimin Iskandar (dok DPR)

daulat.co – Ribuan Tenaga Kerja Indonesia dari luar negeri, terutama Malaysia, Arab Saudi dan beberapa negara lain akan pulang ke Indonesia. Jumlahnya diperkirakan mencapai 34 ribuan dan kebayakan adalah WNI yang habis masa kontraknya di luar negeri.

Menghadapi hal tersebut Gus Ami, sapaan akrab Wakil Ketua DPRRI Bidang Korkesra, berharap pemerintah dan semua pihak mengantisapi kedatangan mereka. Seluruh pintu-pintu kedatangan harus diawasi dengan ketat.

“Soal protokal kesehatan harus menjadi prioritas utama. Karena seluruh pihak harus bekerjasama. Mulai pemerintah pusat dan juga pemda yang akan menjadi tujuan para WNI ini,” tegas Muhaimin dalam keterangan tertulisnya, Senin 31 Mei 2021.

Ia berharap betul bahwa soal prokes ini harus menjadi perhatian utama sehingga kemungkinan penyebaran virus Covid 19 bisa cegah. Sebab tanpa kerjasama yang kuat antara pusat dan daerah ini mustahil bisa dilakukan. Kuncinya koordinasi dan kerjasama demi memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Ketua Umum DPP PKB ini juga menegaskan bahwa yang terpenting adalah memperhatikan nasib para pekerja migran tersebut. Selama ini kementerian tenaga kerja mempunyai program Desa Migran Kreatif. Program Desa Migran Kreatif ini menurutnya harus menjadi solusi bagi WNI yang habis masa kontrak mereka di luar negara dan Kembali ke tanah air.

“Prinsipnya satu, guna mencegah mereka kembali lagi ke luar negeri, apalagi secara illegal, eknomi daerah harus terus didorong tumbuh agara mereka bisa bekerja di tanah air,” ucap Muhaimin.

Menurut Wakil Ketua DPR ini, persoalan TKI ini memang kompleks dan harus ditangani dengan matang. Dirinya terus berkordinasi dengan lembaga dan kementerian terkait, juga dengan komisi di parlemen. Kompleksitas itu bukan hanya soal kepulangan yang memang harus benar-benar diawasi dengan ketat sehingga semua aman, tetapi juga persoalan sosial ekonomi setelahnya yang harus dibenahi.

“Ini saya kira lebih dari soal kesehatan prokes semata, tetapi problem sosial ekonomi pasca kepulangan itu yang jauh lebih penting,” tegas Muhaimin.

Baginya, para TKI itu mengadu ke LN adalah pilihan ekonomi rasional mereka karena bisa jadi di tanah air mereka susah mendapat kerjaan. Karena itu, di tengah pandemi, di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, solidaritas bersama harus terus ditumbuhkan.

Pemerintah pusat dan daerah harus mencari terobosan inovatif agar ekonomi bisa bergeliat sehingga sentra-sentra ekonomi di daerah bisa tumbuh kembali dan para TKI ini tak perlu kembali ke luar negeri tapi mandiri di negeri sendiri.

(Sumitro)

Read Previous

Minta Maaf ke Polri, AKP Robin Tak akan Seret Pihak Lain

Read Next

Belajar Dari Tahun Ketidakpastian 2020 – 2021, Kepada DPR Menkeu Tekankan APBN Adaptif