20 May 2024, 22:45

Modus Suap Edhy Prabowo Via Bank Garansi, Peran Sekjen KKP Didalami KPK

Penyidik KPK merapikan uang sebanyak Rp 52,5 Miliar yang disita dalam pengembangan kasus suap benih lobster (Foto: daulat.co/Rangga Tranggana)

Penyidik KPK merapikan uang sebanyak Rp 52,5 Miliar yang disita dalam pengembangan kasus suap benih lobster (Foto: daulat.co/Rangga Tranggana)

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar modus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020 yang menjerat mantan Menteri KP Edhy Prabowo (EP).

Diduga modus suap dari sejumlah eksportir benih bening lobster atau benur kepada Edhy Prabowo mengggunakan fasilitas perbankan, yakni Bank Garansi.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri tak membantah adanya peran Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Antam Novambar terkait dengan penarikan jaminan Bank (Bank Garansi). Dimana, Antam atas perintah Edhy, membuat surat perintah tertulis terkait dengan penarikan jaminan Bank (Bank Garansi) dari para eksportir kepada Kepala BKIPM.

Selanjutnya, Kepala (Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) memerintahkan Kepala Kantor Balai Karantina Besar Jakarta I Soekarno Hatta untuk menerima Bank Garansi tersebut.

“Aturan penyerahan jaminan bank dari para Eksportir sebagai bentuk komitmen dari pelaksanaan Ekspor benih bening lobster tersebut diduga tidak pernah ada,” ucap Ali Fikri, dalam keterangannya, Senin (15/3/2021).

Terkait kepentingan penyidikan kasus ini, uang tunai sekitar Rp 52,3 miliar yang diduga berasal dari para eksportir yang telah mendapatkan izin dari KKP untuk melakukan ekspor benih bening lobster tahun 2020 itu disita KPK pada hari ini. Terkait pengembangan dari penyitaan itu, lembaga antikorupsi akan memanggil dan memeriksa sejumlah saksi.

“Uang telah dilakukan penyitaan dan akan dikonfirmasi kepada para saksi,” ujar Ali.

KPK juga memastikan mendalami dugaan keterlibatan Sekjen KKP. Namun, Ali saat ini enggan berspekulasi soal pemanggilan dan pemeriksaan Sekjen KKP.

“Apakah kemudian nanti ada peran (Sekjen KKP) yang signifikan terkait perbuatan tersangka EP, tentunya nanti akan kami konfirmasi lebih lanjut kepda para saksi apakah kemudian ada unsur kesengajaan misalnya dalam konstruksi secara keseluruhan proses di dalam dugaan korupsi seluruh peristiwa yang ada di perkara ini,” kata Ali.

“Nanti perkembangannya ke depan akan kami sampaikan siapa siapa saksi akan dipanggil terkait barang bukti ini, nanti akan kami sampaikan,” ditambahkan Ali.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka. Sebagai tersangka penerima suap, yaitu Edhy Prabowo, Staf Khusus Edhy sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri, Staf Khusus Edhy sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas Andreau Pribadi Misanta, Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadi Edhy, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi, dan Ainul Faqih selaku staf istri Edhy.

Sedangkan tersangka pemberi suap, yakni Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito yang saat ini sudah berstatus terdakwa dan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Suharjito sendiri didakwa memberikan suap senilai total Rp 2,146 miliar yang terdiri dari 103 ribu dolar AS atau setara Rp 1,44 miliar dan Rp 706.055.440 kepada Edhy.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Sita Rp 52,5 Miliar dari Eksportir Benih Lobster, KPK Selidiki Komitmen Fee Yang Disamarkan Berupa Garansi Bank

Read Next

Stafsus Eks Mensos Juliari Perintahkan Hilangkan Barang Bukti Suap Bansos Covid-19