11 April 2021, 10:18

Miras Adalah Induk Segala Kejahatan, Persis Khawatir Kerusakan Moral Anak Bangsa

Logo Persis

Logo Persis

daulat.co – Persatuan Islam (Persis) menyayangkan sebagian isi Peraturan Presoden Nomor 10 tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Di mana didalamnya memberi kelonggaran ivestasi asing pada produksi minuman keras/beralkohol hingga kepada tingkat pengecernya.

Melalui Perpres 10/2021, pihak-pihak yang ingin melegalkan miras bisa menjadi tambahan alasan untuk menolak pasal-pasal yang mengekang investasi dan peredaran miras secara terbuka, dengan argumen agar selaras dengan Perpres itu.

“Sebagai bangsa dan masyarakat religius, kita harus berpedoman kepada norma dasar agama yang menyatakan bahwa al khamru, ummul khabaaits, minuman keras adalah induk segala kejahatan,” tegas Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Dr KH Jeje Zaenudin dalam keterangannya, Ahad (28/2).

Menurutnya, Presiden RI Joko Widodo dalam hal ini seperti mengabaikan tanggung jawab moralnya atas masa depan akhlak bangsa. Harusnya segala peluang yang bisa menimbulkan dampak kerusakan akhlak dicegah melalui peraturan. Bukan sebaliknya malah diberi legalitas hanya karena mengharap keuntungan materil dengan masuknya investasi asing.

“Menurut hemat saya, bagaimanapun peraturan perundang-undangan di Indonesia tidak boleh mengabaikan norma agama dan budaya bangsa yang religius. Kerusakan moral anak bangsa akan jauh lebih besar harganya dibanding harapan keuntungan materi,” ucap Ustadz Jeje.

Ketua MUI Bidang Seni dan Budaya ini menjelaskan, Perpres tidak mempertimbangkan RUU tentang larangan miras yang sedang dibahas di DPR. Sekiranya bertentangan dengan aspirasi masyarakat yang sedang diserap dalam pembahasan di DPR, tentu menjadi tambah kontroversial.

(Sumitro)

Read Previous

Ancam Pemukiman Tiga Dukuh, Warga Wanarata Pemalang Tolak Rencana Pembangunan Waduk Karanganyar

Read Next

Akademisi dan Penegak Hukum Perlu Belajar Dari Alm Artidjo Alkotsar