19 June 2024, 17:48

Mentan Syahrul Respon Pendapat Kasus Korupsi di Kementan Berkaitan Politik

daulat.co – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo merespon banyak pendapat yang mengaitkan proses pengusutan kasus dugaan korupsi di Kementan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan aspek politik. Menteri asal Partai Nasdem ini berharap hukum dapat ditegakkan dengan benar.

Demikian dikatakan Syahrul Yasin Limpo saat merespon pemanggilan KPK. Syahrul diketahui masuk salah satu pihak yang akan dimintai keterangan oleh KPK dalam proses penyelidikan dugaan korupsi di Kementan. Sebagai warga negara biasa, kata Syahrul, dirinya akan menjalani seluruh aral-rintang ini.

“Saya juga menyimak sejumlah pihak mengaitkan proses hukum ini dengan aspek politik. Sekalipun banyak pendapat seperti itu, namun dengan kerendahan hati, sebagai warga negara biasa Saya akan menjalani seluruh aral-rintang ini. Tentu saja dengan tetap berharap dari lubuk hati terdalam semoga ke depan hukum dapat ditegakkan dengan benar,” ucap Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam keterangannya, Jumat (16/6/2023).

Menurut Syahrul, perlu pahami bersama bahwa proses hukum di KPK saat ini berjalan di tahap penyelidikan. Hal itu berarti Penyelidik mencari peristiwa yang diduga tindak pidana.

“Saya mengajak, mari kita hormati proses yang berjalan di KPK tersebut dan tidak memgambil kesimpulan yang mendahului proses hukum dan informasi resmi dari KPK,” tutur dia.

Syahrul pada kesempatan ini angkat bicara soal pemanggilannya oleh KPK pada hari ini. Menurut Syahrul, dirinya belum dapat memenuhi panggilan pemeriksaan lantaran sedang menghadiri penutupan pertemuan para Menteri Pertanian G20 di India. Syahrul menyampaikan ketidakhadiran tersebut melalui surat yang telah dilayangkan ke KPK.

Selepas dari India, Syahrul berencana melakukan kunjungan ke RRT dan Korea Selatan dalam rangka penguatan kerjasama modrenisasi pertanian dan fasilitasi pasar ekspor pertanian. Atas dasar itu, Syahrul meminta penjadwalan ulang. Dalam surat kepada KPK, Syahrul meminta agar pemeriksaannya ditunda hingga 27 Juni 2023. Syahrul berjanji akan menghadiri pemeriksaan pada tanggal itu.

“Jadi, Kami belum bisa memenuhi undangan KPK hari ini sama sekali bukan karena urusan pribadi, tetapi dalam rangka menjalankan tugas Negara. Namun demikian, Kami pastikan tetap menghormati KPK dan mengajukan permintaan agar dapat diperiksa pada hari Selasa, 27 Juni 2023,” kata Syahrul Yasin Limpo.

KPK sebelumnya membenarkan jika Syahrul menyampaikan surat dan meminta agar pemeriksaannya ditunda hingga 27 Juli 2023. Syahrul mengaku ada kegiatan di India. Namun, KPK menjadwalkan ulang permintaan keterangan terhadap Syahrul pada Senin (19/6/2023) mendatang. KPK berharap Syahrul memenuhi panggilan tersebut.

Ketua KPK, Firli Bahuri sebelumnya menampik tudingan jika proses hukum ini bermuatan politis. Firli mengklaim, KPK bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Selain itu, bekerja sesuai pelaksanaan tugas pokoknya.

“KPK itu adalah lembaga negara yang dalam melakukan proses tugas dan kewenangannya tidak terpengaruh dengan kekuasaan apapun. Dengan kekuasaan saja tidak berpengaruh, apalagi isu dan fitnah. Jadi apa yang didalami KPK, apa yang terjadi di KPK itu sepenuhnya adalah proses hukum, tidak ada proses lain,” tegas Firli.

(Rangga)

Read Previous

Kejagung Tetapkan Wilmar Group, Permata Hijau Group, Musim Mas Group Tersangka Korupsi Migor

Read Next

Kejagung Tetapkan Petinggi Kadin Muhammad Yusrizki Tersangka Korupsi BTS 4G