23 May 2024, 16:29

Menko PMK: Pandemi Bisa Membentuk Karakter Jiwa Kedisiplinan

daulat.co – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 diyakini dapat menjadi momentum untuk mengubah paradigma masyarakat. Selain mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan juga dapat membentuk karakter terutama jiwa kedisiplinan.

Menurut Menko PMK, budaya dan karakter sangat melekat pada diri manusia sehingga pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan selama pandemi Covid-19 dapat terbentuk menjadi sebuah karakter. Karena itulah dalam prosesnya pembangunan manusia dan kebudayaan itu menjadi satu kesatuan.

“Dalam suasana prihatin Covid-19, sudah banyak sekali perilaku positif seperti mengubah paradigma. Memang masih ada di lapangan yang tidak disiplin prokes (protokol kesehatan), tidak mau taat peraturan, protes, itu perlu waktu,” ujar Menko PMK saat mengisi orasi ilmiah pada acara Dies Natalis ke-40 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Selasa (22/06/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebut perubahan paradigma dan pembentukan karakter perlu dilakukan dengan pendekatan yang tepat, yaitu melalui pendekatan kesadaran ataupun pendekatan secara “coercive” atau paksaan.

Namun demikian, menurutnya, pendekatan kesadaran akan jauh lebih efektif untuk diterapkan di lingkungan masyarakat Tanah Air. Meskipun tak dimungkiri, kadangkala pendekatan “coercive” juga perlu dilakukan untuk lebih mempertegas.

“Yang bagus itu penyadaran, tapi dua-duanya tentu harus beriringan. Adakalanya pendekatan “coercive” juga perlu, masyarakat harus ditegasi dulu agar bisa menumbuhkan kesadaran,” tutur Menko PMK.

Lebih lanjut, mahasiswa dan seluruh civitas akademika perguruan tinggi juga diharapkan dapat berperan dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat. Kesadaran untuk membangun karakter dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa.

“UWKS di usia 40 tahun sudah melahirkan alumni yang banyak dan andal. Heavy dari pendidikan di UWKS ini juga dari dulu medik kedokteran dan itu saya kira pikiran yang sangat stategis, terutama dalam kaitannya dengan keterlibatan UWKS di sektor pembangunan kesehatan. Di sinilah juga pentingnya peran dari perguruan tinggi,” pungkas Menko PMK.

Muh Nurrohman

Read Previous

Pandemi Covid-19 Meningkat, Menag Terbitkan Edaran Sistem Kerja ASN

Read Next

Bamsoet Nilai IKAPPI Perlu UU Perlindungan Pedagang Pasar Tradisional