24 June 2024, 23:27

Menkeu: Dana Desa Dibekukan Untuk Desa Fiktif

Menkeu Sri Mulyani

Menkeu Sri Mulyani

daulat.co – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Desa (Kemendes) terus bekerjasama melakukan penertiban data desa fiktif.

Hal itu disampaikan Menkeu di depan Gubernur, Walikota, Bupati beserta jajarannya yang hadir pada acara “Sosialisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020” di Auditorium Chakti Buddhi Bhakti (CBB), Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat (15/11).

Menurut Menkeu, bagi daerah yang ketahuan ada desa yang tidak legitimate (tidak memenuhi syarat sebagai desa) maka pemerintah akan membekukan Dana Desanya. Apabila sudah terlanjur ditransfer maka Dana Desa tersebut akan diambil kembali melalui Pemda masing-masing. 

Namun Menkeu menyesalkan akan ada upaya beberapa pihak yang mencoba ingin membuat desa baru walaupun sebenarnya belum memenuhi persyaratan agar mendapat Dana Desa secara langsung.

“Hari-hari ini kita sudah mendengar tentang adanya desa fiktif. Saya tidak peduli dengan jumlahnya. Ini menggambarkan fenomena. Jadi, kita semua harus lebih berhati-hati,” kata Menkeu.

Menkeu menyampaikan pemerintah menaikan Dana Desa tahun 2020 menjadi sebesar Rp72 triliun, jumlah tersebut naik Rp2 triliun dari tahun 2019 dengan perhitungan alokasi berdasarkan jumlah desa. Oleh karena itu, pemerintah akan terus menertibkan desa yang tidak memenuhi syarat tersebut. 

Menkeu menyesalkan terjadinya fenomena ini karena seharusnya Dana Desa yang ditransfer secara langsung oleh pemerintah pusat dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakat desa.

(Muh Nurrohman)

Read Previous

Peserta BPJS Kesehatan Iuran Mandiri Lebih Banyak Dari PBI

Read Next

Indonesia Tandatangani 2 Perjanjian Transportasi Udara