20 May 2024, 23:33

Menilik Harta Pemberi dan Penerima Suap Penanganan Perkara Tanjungbalai di KPK

KPK

KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021. Ketiganya yakni M. Syahrial, Stepanus Robin Patujju, dan Maskur Husain.

Dalam perkara itu, Syahrial diduga menyuap Stepanus. Sementara Maskur Husain turut membantu dugaan rasuah tersebut. Maskur diketahui berprofesi sebagai advokat atau pengacara. Sedangkan Syahrial merupakan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial dan Robin Patujju yang Ajun Komisaris Polisi bekerja sebagai penyidik KPK.

Dari tiga nama itu, Syahrial dan Robin yang tercatat pernah melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Robin terakhir melaporkan hartanya pada Maret 2021 dan Syahrial terakhir melaporkan hartanya pada Februari 2021.

Sebagaimana dilansir dari laman elhkpn.kpk.go.id pada Jumat (23/4/2021), Syahrial tercatat mempunyai harta sebanyak Rp 11.665.783.179. Jumlah itu terdiri dari harta bergerak dan tak bergerak.

Harta bergerak Syahrial berupa alat transportasi dan mesin, tercatat dengan total  Rp 1.782.000.000. Dari 10 kendaraan yang dipunyai Syahrial, beberapa dk antaranya merupakan tahun tua, seperti Sedan Mercedez Benz tahun 1965. Ada juga motor Vespa tahun 1987, Honda 90 Z tahun 1966, Honda CG 110 tahun 1974, dan honda 70 tahun 1976.

Syahrial mempunyai harta bergerak lainnya dengan nilai total Rp 342.000.000. Ia juga memiliki kas dan setara kas bernilai Rp 396.783.179. Sementara total kekayaan Syahrial dari sektor tanah dan bangunan berjumlah Rp 9.145.000.000. Aset tersebut tersebar di daerah Tanjungbalai.

Adapun Stepanus Robin tercatat memiliki harta kekayaan sejumlah Rp 461 Juta. Harta itu terdiri dari tiga kendaraan dengan nilai total Rp 111 juta. Kendaraan yang dimiliki Robin yakni motor Yamaha Mio M3 tahun 2015; motor Honda Vario tahun 2012 m; serta mobil Honda Mobilio tahun 2017.

Mantan Kabag Ops Polres Halmahera Selatan itu juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 512 juta. Kemudian, kas dan setara kas Rp 10 juta.

Jika ditotal, harta kekayaan penyidik muda pada deputi bidang penindakan KPK itu senilai Rp 633 juta. Namun, Stepanus Robin memiliki utang sebesar Rp 172 juta. Sehingga, jika ditotal, harta kekayaan Stepanus berjumlah Rp461 juta.

Seperti diketahui, Stepanus Robin Pattuju ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yakni, M Syahrial (MS), sebagai tersangka pemberi suap dan seorang pengacara, Maskur Husain (MH) yang diduga penerima suap.

Dalam perkara ini, Stepanus Pattuju dibantu Maskur Husain diduga bermufakat jahat dengan M Syahrial. Pemufakatan jahat tersebut yakni berkaitan dengan rencana penghentian penyelidikan perkara dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai. Diduga, M Syahrial terjerat dalam kasus tersebut.

M Syahrial sepakat menyiapkan dana Rp 1,5 miliar untuk Stepanus Pattuju dan Maskur Husain agar bisa menghentikan penyelidikan dugaan suap jual-beli jabatan tersebut. Kesepakatan itu berawal dari rumah dinas Wakil Ketua DPR asal Golkar Aziz Syamsuddin, Jakarta Selatan.

Dari kesepakatan Rp 1,5 miliar itu, Stepanus Robin baru menerima uang suap total Rp1,3 miliar. Uang itu diberikan M Syahrial melalui transfer ke rekening bank milik Riefka Amalia.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Apresiasi Baznas, Muhammadiyah Pemalang Ingatkan Bantuan Keagamaan Harus Tepat Sasaran

Read Next

ASN Jangan Mudik!