24 February 2024, 12:41

Menhub: Terminal Tipe A Pakupatan Siap Diresmikan Presiden Jokowi

daulat.co – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau Terminal Tipe A Pakupatan, Serang, Banten, yang rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada Senin (8/1/2024).


Dalam tinjauannya, Menhub mengecek fasilitas gedung, area kedatangan penumpang, area bus, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan terminal.

Menhub mengatakan bahwa terminal ini sudah ada sejak tahun 1995 yang berfungsi melayani angkutan massal dalam kota, antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP).

“Mulai tahun 2022 kami lakukan revitalisasi dengan fungsi dan fasilitas yang lebih lengkap. Sehingga masyarakat semakin nyaman untuk datang ke terminal,” ujar Menhub saat meninjau di Banten, Sabtu (6/1/2024).

Menhub menjelaskan, sejak adanya pelimpahan kewenangan pengelolaan Terminal Tipe A dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat, revitalisasi Terminal Tipe A menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

“Kami terus meningkatkan fasilitas terminal selayaknya bandara, agar semakin meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi massal khususnya bus,” ucap Menhub.

Seperti revitalisasi yang dilakukan di sejumlah terminal, Terminal Pakupatan mengusung konsep mixed use. Yaitu sebuah konsep terminal modern multifungsi dengan tiga fungsi utama meliputi: fungsi sebagai tempat naik turun penumpang bus, fungsi sebagai penggerak perekonomian daerah dan fungsi sebagai pusat kegiatan sosial, seni dan budaya.

Setiap harinya terminal dengan luas lahan 30.569 meter persegi ini, melayani 359 bus yang beroperasi. Rinciannya, 265 bus melayani trayek antar kota antar provinsi (AKAP) dan 94 bus melayani trayek antar kota dalam provinsi (AKDP). Adapun terminal ini melayani 84 trayek bus AKAP dan 23 trayek AKDP. Sementara, jumlah rata-rata penumpang yang dilayani sekitar tiga ribu lebih penumpang per hari.

Turut hadir dalam kegiatan peninjauan ini Dirjen Perhubungan Darat Hendro Sugiatno dan Pj Walikota Serang Yedi Rahmat.

(Muh Nurrohman)

Read Previous

Ledia Hanafi: Penerapan Dana Abadi Kebudayaan Perlu Dimaksimalkan Manfaatnya

Read Next

Dev-X jadi Kultur Baru Kemenag Untuk Bisa Lebih Adaptif dan Terbuka