27 May 2024, 14:27

Mengingat Kembali Pilkades Serentak e-Voting di 172 Desa di Pemalang Yang Menjadi Percontohan Nasional

Bupati Pemalang H Junaedi saat meninjau pelaksanaan Pilkades menggunakan teknologi e-Voting (Foto BPPT)

daulat.co – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, jadi Pilkades percontohan seluruh desa di Indonesia. Sistem pemilihan menggunakan teknologi e-voting pada Pilkades di 172 desa, tahun 2018 silam, mendapatkan sambutan positif dari berbagai kalangan.

Pilkades diselenggarakan dengan menggunakan sistem e-voting dan e-verifikasi atau sistem komputer. Pilkades e-voting ini tercatat yang pertama di Indonesia. Masyarakat saat itu juga mengaku tidak kesulitan memberikan hak pilihnya dengan menggunakan sistem elektronik atau komputer.

“Pilkades Serentak dengan sistem elektronik seperti ini, banyak manfaat yang diperoleh khusus bagi masyarakat. Mereka akan lebih mendapatkan edukasi yang membuat masyarakat lebih cerdas dan maju. Sehingga hal itu bisa menjadi contoh masyarakat dari desa lain di Indonesia,” ucap Junaedi kepada wartawan, saat itu.

Untuk memastikan seluruh perangkat dan kesiapan pelaksana, Pemerintah Kabupaten Pemalang telah mengecek alat dan melatih panitia pilkades. Sosialisasi dan simulasi Pilkades e-voting dengan satu set perangkat e-voting yang terdiri dari lima alat juga digelar Dispermades.

Kemudahan Pilkades sistem e-Voting bisa dilihat dari kecepatan hasil Polkades yang seketika muncul setelah proses pemungutan suara dinyatakan selesai. Hal ini berbeda dengan sistem pemilihan konvensional yang mesti melewati tahapan penghitungan suara.

Hasil Pilkades dicetak dengan alat yang disebut sebagai thermal printer, sebuah perangkat yang berfungsi mencetak hasil pilkades dan kode digital lain. Untuk memastikan keamanan suara, petugas keamanan dari Polres Pemalang turut mengawal keseluruhan prosesnya.

Kemenristek Dikti dan Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang turut meninjau Pilkades e-voting di Desa Surajaya mengapresiasi hajat demokrasi di desa-desa yang ada di Pemalang. Apalagi, tingkat akurasinya bisa mencapai 100 persen dan tentunya kecepatan dari penyelenggaraan Pilkades itu sendiri.

Perangkat e-voting yang produksi oleh PT INTI, sebuah badan usaha milik negara yang bergerak di bidang telekomunikasi, menghindari isu yang meresahkan seperti manipulasi jumlah suara dengan sistem ini sudah tidak bisa lagi.

Untuk pengiriman rekapitulasi suara ke data center menggunakan tanda tangan digital, jadi secara elektronik sudah tidak bisa dimanipulasi lagi.

(Sumitro)

Read Previous

Jokowi Minta Daya Beli Masyarakat Dijaga Untuk Pengendalian Inflasi

Read Next

Pesantren Bisa Berkontribusi Pada Program Ekonomi Kerakyatan