20 May 2024, 22:35

Mengecewakan, Nakes Berdarah-darah Tangani Corona Tapi DKK Pemalang Lamban

Sekretaris Dinas Kesehatan Pemalang Mardiyanto tengah memberikan penjelasan kepada DPRD Pemalang dalam public hearing di Ruang Paripurna DPRD setempat, Senin 27 April 2020 (Sumitro/daulat.co)

Sekretaris Dinas Kesehatan Pemalang Mardiyanto tengah memberikan penjelasan kepada DPRD Pemalang dalam public hearing di Ruang Paripurna DPRD setempat, Senin 27 April 2020 (Sumitro/daulat.co)

daulat.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pemalang menggelar public hearing atau dengar pendapat dengan Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 di Ruang Rapat Paripurna DPRD setempat, Senin 27 April 2020.

Dengar pendapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Agus Sukoco digelar untuk mendapatkan gambaran sekaligus jawaban dari Tim Gugus mengenai penanganan wabah pandemi corona. Tidak terkecuali bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang sejalan dengan terkonfirmasinya delapan tenaga medis yang positif terpapar corona.

“Dinas Kesehatan lamban dalam menangani Covid-19, dibawah terjadi polarisasi yang luar biasa,” tegas Anggota DPRD Pemalang Ujianto MR.

Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) memegang tanggungjawab yang sangat besar dalam penanganan virus corona di Pemalang. Namun tanggungjawab tersebut tidak dilaksanakan dengan baik Kepala DKK dr Sholahudin dan Sekdin Mardiyanto.

“Yang sana ngomong sini, yang sini ngomong sana. Ini menjadi tidak terukur penanganannya,” kata Anggota Fraksi Golkar tersebut.

“Ini mutlak tanggungjawab Dinas Kesehatan. Kalaupun ada Gugus Tugas, itu selaku kooordinator. Update setiap hari, yang terpapar berapa, yang meninggal berapa, Dinas Kesehatan harus tahu,” sambungnya.

Politisi asal Petarukan itu lantas menyoroti bagaimana DKK tidak menggandeng media massa dalam penyampaian informasi seputar penanggulangan Covid-19. Padahal, keberadaan media ini sangat efektif menyampaikan setiap informasi mengenai upaya-upaya pencegahan.

“Jangan seperti ini. Superpell, bayclin dan wipol dicampur untuk penyemprotan. Ini kan pengetahuan yang liar. Jangan bangga menyampaikan data ini (ke DPRD), ini data sampeyan (DKK) tidak diketahui rakyat,” tegas Uut-sapannya akrabnya.

Secara pribadi, dirinya bersama rekannya di DPRD Pemalang mengaku kecewa telah meloloskan dr Sholahuddin menjadi Kepala Dinas Kesehatan. Di saat kondisi saat ini, DKK yang seharusnya berada digarda terdepan menanggulangi Covid-19 justru melempem.

“Saya dan teman-teman kecewa memilih Pak Sholahuddin menjadi Kepala Dinas Kesehatan,” kata dia.

“Jangan ditutup-tutupi, saya mohon. Asal bapak senang saja, kasihan Pak Bupati pada periode akhir ini kemudian terbebani. Saya berpikir, kenapa Pak Junaedi baru akhir-akhir ini sangat sigap sekali. Karena apa? Petugas, para stakeholder tidak mampu menjelaskan (ke masyarakat). Beliau sampai tlusupan, blusukan kesana kemari,” sambung Uut.

Ditambahkan Sekretaris DPD Golkar Pemalang itu, menangani Covid-19 di Pemalang tidak bisa dilakukan secara parsial, namun harus dilakukan secara kolektif kolegial. Semua instansi/dinas yang ada, harus satu komando dibawah Tim Gugus Tugas sebagai pengendali utamanya.

“Kasian dokter yang sudah berdarah-darah. Kemudian perawat yang bersentuhan dengan pasien Covid-19 langsung. Ini yang harus diperhatikan. Disanalah tempat orang yang harus diperhatikan, baik kesehatannya, kesejahteraannya,” kata dia.

“Bisa jadi dosa besar bagi DKK ketika tidak bisa menterjemahkan semua ini. DKK segera bikin, inventarisir pilihan-pilihan orang yang mampu menterjemahkan kebijakan Pak Bupati,” demikian Uut.

Public hearing sendiri hingga berita ini diturunkan masih berlangsung. Dari dewan tampak hadir Ketua DPRD Agus Sukoco (F-PDIP) Nuryani (F-PDIP), Fahmi Hakim (F-PPP), Ujianto MR (F-PG).

Sementara dari Tim Gugus Penanggulangan Covid-19 Pemalang tampak Sekretaris M Arifin, Jubir Tetuko Raharjo, Sekdin DKK Mardiyanto, Direktur RSUD dr M Azhari dr Sunardo Budi Santoso, dan beberapa pejabat perwakilan instansi lainnya.

(Sumitro)

Read Previous

Terbentuk, Satgasda Pemalang Bakal Awasi Penanganan Corona Hingga Dampak Sosial Ekonomi

Read Next

Tambah Satu Dari Puskesmas Petarukan, Nakes Positif Corona di Pemalang Jadi 9 Orang